Nyonya Whittard dan Kanak-Kanak yang Hilang

Rilda A. Oe. Taneko
http://www.lampungpost.com/

SELAIN piknik di rerumputan taman, bersepeda, dan pergi ke pantai, ada satu hal lagi yang, bagiku, menyenangkan di setiap musim panas: menjemur pakaian di halaman.

Aku tinggal di sebuah rumah bata semi-detached yang dibangun tahun 1920. Rumahku dan rumah tetangga sebelah terlihat seperti sebuah wajah yang dibagi dua sisi dengan make-up yang berbeda -bingkai jendela rumah kami berwarna putih, milik tetangga berwarna cokelat dan begitu juga dengan pintu. Continue reading “Nyonya Whittard dan Kanak-Kanak yang Hilang”

Istri Pilihan

Rilda A. Oe. Taneko*
http://www.lampungpost.com/

KABUT pagi masih menyelimuti Maastricht ketika ia pertama kali datang. Rambut hitamnya yang lurus dibiarkan terurai sampai ke pinggang. Tubuh kecil kurus dengan kulit yang kecokelatan dan wajahnya itu–ah wajah itu, mirip sekali dengan wajah perempuan Indonesia di lukisan milik Papa. Selagi kecil dulu, ada juga sesekali kulihat Papa termenung-menung di depan lukisan itu. Aku masih ingat benar, mata Papa sering kali tampak murung dan menerawang jauh. Continue reading “Istri Pilihan”