Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 17 April 2011
WARTAWAN ada karena ia terus menulis! Dan, Rosihan Anwar membuktikannya dengan konsisten. Penanya tetap tajam sepanjang zaman. Hanya maut yang bisa menghentikan ketajaman pena itu. Dedikasinya pada dunia jurnalistik adalah pesan kepada wartawan yang lebih muda, “Jangan mengaku wartawan kalau ‘penanya tumpul’ karena lebih sibuk mengurus dunia lain.” Continue reading “Rosihan Anwar”
