S. Jai
Suara Merdeka,13 Juni 2010
“CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.”
“Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua itu yang berbaik hati itu pun memulai kisahnya. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula keinginannya untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. Waktu umurnya nyaris tutup, sang jodoh tak kunjung dating, sebab itu dimulailah perburuan sampai di sini, sampai bertahun-tahun, sampai menyentuh batas harapan dan putus asa, senantiasa hidup sendiri tanpa suami atau istri. Padahal semuanya mereka punya, rumah, juga pekerjaan. Continue reading “Serikat Orang Tak Berjodoh”
