Sabda Thok Thok Ugel: Wacana Bencana Nasional

Sabrank Suparno

Apa yang membuat Gunawan Maryanto (Penulis dari teater Garasi Yogyakarta) dan Henri Nurcahyo (Esais Surabaya) kesemsem dengan penampilan Teater Tirto Agung? Selama terselenggaranya Dana Hiba Teater Kompetitif 2-6 Januari 2011 di gedung PSBR yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jombang, dua pegiat seni di atas didapuk menjadi juri. Tentu minim untuk disangkal soal keakuratannya dalam menilai sebuah akting pementasan. Saya yakin. Gunawan Maryanto dan Henri Nurcahyo adalah orang yang tengik di bidang perteateran. Tentu sudah mendaur matang dari berbagai cara pandang sebelum memutuskan siapa yang menang dalam kempetisi awal tahun 2011 lalu. Continue reading “Sabda Thok Thok Ugel: Wacana Bencana Nasional”

Puisi itu…! Menerjang Pecundang

Sabrank Suparno

Detik detik penutupan serangkaian acara Gebyar Pesta Seni Rakyat Jombang yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jombang (DeKaJo) beserta lembaga terkait di gedung PSBR, dipungkasi dengan pertunjukan Teatrikalisasi-Puisi-Musik persembahan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Jombang angkatan 2009. Pementasan sesi pertama digelar pukul 15:30 dan pementasan ulang pukul 19:00, dengan 4 judul puisi sekaligus: Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta dan Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya WS. Rendra, Menghisap Kelembak Menyan karya Emha Ainun Nadjib, dan terakhir MAJOI (Malu Aku Jadi Orang Indonesi karya Taufik Ismail). Continue reading “Puisi itu…! Menerjang Pecundang”

Malam Lentera Sastra Sepuluh (Versi Besut Urakan)

Sabrank Suparno

Malam kerap meyembunyikan hal yang tak terduga. Dimikianlah kiranya. Karena dalam kegelapan, benda terhijab daya pantulnya ke indera. Yang artinya bukan mata yang tak mampu melihat, tapi benda kekurangan syarat berposisi sebagai bagian rumus kealaman.

Keganjilan sesuatu terjadi di Malam Lentera Sastra Sepuluh ini. Nyeleneh. Sebuah kajian diskusi sastra, diadakan oleh sekelompok komunitas mahasiswa AMIK (Akademi Manajemen Informatika dan Komputer) Jombang: Kampus yang bertempat di jalan KH. Hasyim Asy’ari no 5. Continue reading “Malam Lentera Sastra Sepuluh (Versi Besut Urakan)”

Sasana Elegi Sebuah Negeri

Sabrank Suparno

“Lain lubuk lain belalang…
…lain pula ikan dan pemancingnya.”

Menapaki awal tahun baru 2011, mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Jombang menorehkan catatan tersendiri dalam percaturan perteateran Indonesia. Program pementasan’Elegi Sebuah Negeri’ yang di gebyakkan oleh angkatan 2008 di Aula Depag Jombang selama 3 hari lalu seolah penyambung tongkat estafet adik kelasnya (angkatan 2009) yang menuntaskan pementasan ‘Teatrikalisasi- Puisi pada 6 Januari 2011 di gedung PSBR Jombang. Continue reading “Sasana Elegi Sebuah Negeri”

10 Nopember dan Kekuatan Lokalitas

Sabrank Suparno
Majalah Tebuireng edisi Jan-Feb 2011

1. Sinopsis 10 November

Kesan yang hilang dari peringatan 10 Nopember ialah tidak dijadikannya pemikiran utama bahwa pertempuran sekitar tanggal 10 Nopember 1945 murni didukung kekuatan santri dari ponpes seJawa Timur. Kesan yang justru menebal seolah bahwa pertempuran yang melahirkan hari pahlawan itu murni perjuangan Arek Surobayo (kota). Continue reading “10 Nopember dan Kekuatan Lokalitas”

Bahasa »