Dowong: Kampung Halaman Dunia

(Catatan super sepeleh, super ringan, super ceketer dari penulis)

Sabrank Suparno

Saat Carlos Miquel Fonseca Horta (seniman asal Portugal) sms kalau dia hendak datang ke rumah di Dowong-Plosokerep, kecamatan Sumobito-Jombang, saya bilang ke ibu, “akan ada tamu, turis. Nanti suguhannya (jamuan) kita membikin jajan ndeso saja: gentilut, jemblem, utem-utem, brubi, gethuk. Makan pun kita sediakan nasi jagung, supaya ia merasakan jenis makanan ndeso.” Baca selengkapnya “Dowong: Kampung Halaman Dunia”

Alloh: Cahaya di Atas Cahaya

(Catatan pengajian Padhang mBulan tanggal 19 Pebruari 2011)
Sabrank Suparno

Alloh? Sepertinya kita sudah mengenal, entah berapa prosen perangkat informasi tentang Dia yang pernah kita terima. Atau, sesungguhnya kita adalah bagian dari susunan ‘tubuh’Nya dalam struktur berjenjang makro kosmos, namun karena kita tidak terima untuk mengakui bahwa kita bagian terkecil dariNya dan kita berhasrat menggebu menarik Dia ke dalam bagian kita, segala kesuksesan, segala apa yang kita miliki, membuat kita enggan mengakui bahwa sebetulnya kita sudah berada di dalamNya. Baca selengkapnya “Alloh: Cahaya di Atas Cahaya”

Cinta + Sastra = Infinitif

(Serapan dari energi pengajian Padhang mBulan 19 Maret 2011)
Sabrank Suparno

Cinta. Kasih. Sayang. Apa beda di antara ketiganya. Cinta: jaringan empati dengan hal lain yang kita butuh kemanfaatan balik darinya. Kasih: bagian reaksi cinta yang bergerak aktif keluar, output, memberi kemanfaatan pada hal lain yang berupa benda, realitas lahiriyah. Sayang: bagian dari susunan cinta yang bergerak aktif ke suatu hal yang berupa sikap jiwa, rasa batin. Baca selengkapnya “Cinta + Sastra = Infinitif”