Islamophobia: Anak si Kambing Hitam

Sabrank Suparno

A. Islamophobia

Wacana Islamophobia, ketakutan terhadap umat islam di kalangan negara barat, kini menjadi borok budaya yang menggerogoti sukujur tubuhnya. Dan kemalasan barat (terutama Amerika) untuk menyembuhkan, borok itu kian meradang dengan nanah baru yang merikuhkan gerak tubuh dari cabikan benda apapun yang dapat menggores sensitifitas lepukan luka. Jika terus berlanjut, keberadaan barat akan disingkirkan dunia yang lambat laun risih atas kehadiran, karena menyengatkan aroma anyir memuakkan lingkungan, yang artinya barat sendiri merancang bunuh diri perlahan namun pasti. Continue reading “Islamophobia: Anak si Kambing Hitam”

Ufuk Mentari Fajar di Kampus Undar

Sabrank Suparno

Malam pelataran kampus UNDAR tanggal 4 Oktober 2010, berbalik fakta dari malam-malam sebelumnya. Pasalnya keheningan terpecah oleh lalu-lalang deru mesin di tikungan Jl. Gatot Subroto dan Jl. Merdeka ditambahi riuh mahasiswa baru yang mungkasi prosesi ospek dengan penghujung acara inagurasi.

Sebagai endosmen, rekan Ani Rahma, Loly dkk selaku mahasiswa senior menggembleng 498 calon pembelajar jagat baru di UNDAR tersebut dengan atribut ORMADU (Orientasi Mahasiswa Darul Ulum). Continue reading “Ufuk Mentari Fajar di Kampus Undar”

Geladak Sastra, Saat Menapaki Sebuah Rezim

Sabrank Suparno

Masih lekat dalam ingatan kita tantang partai Golkar, partai yang awalnya hanya digerakkan beberapa gelintir orang saja dan dalam waktu seumur jagung telah mampu menjadi kekuatan yang menyeluruh sebagai suatu ‘gerakan’ dari semua lapisan masyarakat. Dan kekuatan itu telah nyata ditunjukkan dengan adanya indikator tampuk kekuasaan yang mewarnai corak hegemoni wacana sosial di zamannya. Dan bahkan tidak tanggung-tanggung, kekuatan itu mampu mendekami tiga perempat setengah abad sejak kemerdekaan Republik Indonesia sebagai suatu Negara. Meskipun pada ahirnya juga hancur di-revolt berdasarkan kebutuhan waktu. Continue reading “Geladak Sastra, Saat Menapaki Sebuah Rezim”

Sinerginya Sastrawan dengan Aparat

Sabrank Suparno

Secara filologis, nilai sastra di Indonesia mengalami perubahan sejak tahun 1998. Perubahan itu dipengaruhi oleh bergulirnya reformasi: terbukanya pagar demokrasi terpimpin (zaman Soeharto). Masa reformasi ini kemudian membentuk entitas baru, dimana sistem kebebasan menjadikan gerakan apapun tampil seperti harimau lapar yang berlarian keluar dari ladang. Senyawang pintu pagar terbuka lebar. Continue reading “Sinerginya Sastrawan dengan Aparat”

Komunitas Alief, Gerbang Sejarah Perteateran

Sabrank Suparno

1. Temu Halal Bi Halal antar Seniman

Dalam kancah perteateran, debut komunitas Alief Mojoagung patut diperhitungkan. Kecakapan berkreasi terbukti semakin menohok dalam kurun 5 tahun terahir. Sampai menjelang 3 bulan pergantian tahun 2010, komunitas Alief tetap eksis mandegani sebagai sesepuh belasan komunitas lingkup kecamatan Mojoagung. Continue reading “Komunitas Alief, Gerbang Sejarah Perteateran”

Bahasa »