Pulau Talango

Sabrank Suparno

Talango menghampar di depan mata. Namun, untuk merengkuh serta menjalajahi datar tubuh, bukit, lembah, ranau pepohon nyiur dan sayur mayur, aku perlu setapak langkah lagi. Tanpa perahu-perahu dan kapal kecil, Talango masih sayup bergelayut di riak-riak ombak.

Essang, desa itu ditulis Sindi dalam suratnya kepadaku. Satu di antara beberapa desa jujugan tengkulak cabe merah dari Pamekasan, Sampang dan Sumenep. Luas pulau Talango, seluas kecamatanku. Namun rumah-rumah lawasnya sudah banyak berganti still desain baru. Apalagi hamparan tanaman cabe, bak gelaran emas 24 karat saat area cabe Brebes dan sebagian pulau jawa tergenang banjir. Continue reading “Pulau Talango”

Islamophobia: Anak si Kambing Hitam

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

A. Islamophobia

Wacana Islamophobia, ketakutan terhadap umat islam di kalangan negara barat, kini menjadi borok budaya yang menggerogoti sukujur tubuhnya. Dan kemalasan barat (terutama Amerika) untuk menyembuhkan, borok itu kian meradang dengan nanah baru yang merikuhkan gerak tubuh dari cabikan benda apapun yang dapat menggores sensitifitas lepukan luka. Jika terus berlanjut, keberadaan barat akan disingkirkan dunia yang lambat laun risih atas kehadiran, karena menyengatkan aroma anyir memuakkan lingkungan, yang artinya barat sendiri merancang bunuh diri perlahan namun pasti. Continue reading “Islamophobia: Anak si Kambing Hitam”

Geladak Sastra, Saat Menapaki Sebuah Rezim

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Masih lekat dalam ingatan kita tantang partai Golkar, partai yang awalnya hanya digerakkan beberapa gelintir orang saja dan dalam waktu seumur jagung telah mampu menjadi kekuatan yang menyeluruh sebagai suatu ?gerakan? dari semua lapisan masyarakat. Dan kekuatan itu telah nyata ditunjukkan dengan adanya indikator tampuk kekuasaan yang mewarnai corak hegemoni wacana sosial di zamannya. Dan bahkan tidak tanggung-tanggung, kekuatan itu mampu mendekami tiga perempat setengah abad sejak kemerdekaan Republik Indonesia sebagai suatu Negara. Meskipun pada ahirnya juga hancur di-revolt berdasarkan kebutuhan waktu. Continue reading “Geladak Sastra, Saat Menapaki Sebuah Rezim”

Sinerginya Sastrawan dengan Aparat

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Secara filologis, nilai sastra di Indonesia mengalami perubahan sejak tahun 1998. Perubahan itu dipengaruhi oleh bergulirnya reformasi: terbukanya pagar demokrasi terpimpin (zaman Soeharto). Masa reformasi ini kemudian membentuk entitas baru, dimana sistem kebebasan menjadikan gerakan apapun tampil seperti harimau lapar yang berlarian keluar dari ladang. Senyawang pintu pagar terbuka lebar. Continue reading “Sinerginya Sastrawan dengan Aparat”