Sajak-Sajak Mardi Luhung

korantempo.com

LORONG

Aku hadir ketika minyak tanah digelapkan dari neraca warung. Orang-orang dipaksa menggendong tabung gas. Dan si tuan mengawini perempuan dari gurun. Dengan mahar: bintang munting, kuburan para jagal dan sebuah mesin pengintai yang kerap memasuki kamar-kamar yang ada. Yang saling sengkarut. Mesin pengintai yang akan mengajari aku agar berkilah semacam ini: “Karena harapan tak jelas, aku mau jadi dukun saja. Jadi dukun yang punya mata menerawang,” Continue reading “Sajak-Sajak Mardi Luhung”

Bahasa ยป