Wahyu Hidayat *
Masih kukenang dan kuhapal:
sukoreno, alamat dimana
engkau pernah jatuh
dan bayanganmu begitu dekap di dadaku. Continue reading “HUJAN DI SUKORENO”
Wahyu Hidayat *
Masih kukenang dan kuhapal:
sukoreno, alamat dimana
engkau pernah jatuh
dan bayanganmu begitu dekap di dadaku. Continue reading “HUJAN DI SUKORENO”
PULANG
Layar telah ia tanam di tubuh perahu
semang-semang sudah siap berlenggang
menerjang kuatnya ribuan gelombang Continue reading “Sajak-Sajak Firman Wally”
KOPI DALAM GERIMIS
Kopi hitam ini, mengepul. Gerimis jatuh di situ. Tak ada siapa-siapa, aku menatap keluar jendela. Cuma aku dan secangkir kopi. Kopi yang pahit. Tapi, gerimis yang manis.
Diam-diam sunyi mengembun di kaca pintu. Angin Juni mengelus rindu. Hidungku memantul di hitam kopi. Waktu yang gaib. Segala peristiwa membayang di secangkir kopi. Seperti menjenguk kesendirian yang dalam setelah ditelan kesibukan. Continue reading “Sajak-sajak Hujan Taufiq Wr. Hidayat”
Di Pantai Jaya yang Pasifik
Kau masih berdiri
dan sesekali duduk
di atas bodi perahu,
kau pandangi laut biru
yang tak ada pulau-pulau.
Di kejauhan awan putih menari-nari
ke matamu ombak pasifik berlari-lari
sementara angin dari laut begitu pandai
melipat rambutmu, dan sungai di belakangmu
tak henti-henti menggeser segala dari bukit-bukit. Continue reading “Sajak-Sajak Abi N. Bayan”