
Sapardi Djoko Damono * Continue reading “Chairil Anwar dan Bahasa Baru dalam Sastra Indonesia”
Sapardi Djoko Damono, Karya Sastra tak Bisa Disensor
Eriyanti
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/
BERBINCANG dengan Sapardi Djoko Damono (69), seperti membuka kamus sastra yang terbuka. Kita tidak hanya akan banyak menemukan kata penting dari perjalanan sastra di Indonesia, tetapi juga bagaimana proses tumbuh dan berkembangnya. Berbincang dengannya, seperti juga sedang melacak jejak kreatif dari perjalanan karya yang bertebaran. Betapa tidak, pria ini memang mengayuh dua dunia sekaligus, baik sebagai sastrawan maupun akademisi. Sejak 1974, ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia. Namun kini, ia telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan dan juga menjadi guru besar di sana. Pada masa itu juga ia menjadi redaktur majalah Horison, Basis, dan Kalam. Continue reading “Sapardi Djoko Damono, Karya Sastra tak Bisa Disensor”
Sapardi: Kembalikan Sastra sebagai Seni, Bukan Ilmu
Yurnaldi
http://oase.kompas.com/
Pendidikan formal yang berkaitan dengan bahasa dan kebudayaan harus ditata sedemikian rupa, sehingga mampu menawarkan dan memperkenalkan sebanyak mungkin hasil kebudayaan seperti dongeng kepada sebanyak mungkin khalayak lewat bahasa Indonesia. Continue reading “Sapardi: Kembalikan Sastra sebagai Seni, Bukan Ilmu”
Kehilangan Jejak Sapardian
Senggrutu Singomenggolo
kompas.co.id
KEHILANGAN JEJAK SAPARDIAN PADA SAJAKNYA DI KOMPAS 22 MARET 2009 – SEBILAH PISAU DAPUR YANG KAUBELI DARI PENJAJA YANG SETIDAKNYA SEMINGGU SEKALI MUNCUL BERKELILING DI KOMPLEKS, YANG SELALU BERJALAN MENUNDUK DAN HANYA SESEKALI MENAWARKAN DAGANGANNYA DENGAN SUARA YANG KADANG TERDENGAR KADANG TIDAK, YANG KALAU DITANYA BERAPA HARGANYA PASTI DIKATAKANNYA, “TERSERAH SITU SAJA”? (KADO ULTAH SAPARDI DJOKO DAMONO KE 70) Continue reading “Kehilangan Jejak Sapardian”
Sajak-Sajak Sapardi Djoko Damono
cetak.kompas.com
Sonet 5
Malam tak menegurmu, bergeser agak ke samping
ketika kau menuangkan air mendidih ke poci;
ada yang sudah entah sejak kapan tergantung di dinding
bergegas meluncur di pinggang gelas-waktu ini.
Dingin menggeser malam sedikit ke sudut ruangan; Continue reading “Sajak-Sajak Sapardi Djoko Damono”
