PEMBELAJARAN SASTRA (2)

Djoko Saryono

Yang dimaksud pembelajaran sastra Indonesia berlandasan literasi, tradisi baca-tulis, dan kemampuan berpikir kritis-kreatif di sini adalah pembelajaran sastra Indonesia yang “berjiwa, bernafas, berwawasan, berbingkai, dan berpanduan” seluruh matra [dimensi] makna literasi, tradisi baca-tulis, dan kemampuan berpikir kritis-kreatif. Lebih jauh, juga pembelajaran sastra yang “terarah, tertuju dan terpusat” Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (2)”

PEMBELAJARAN SASTRA (1)

Djoko Saryono

Kita tahu, sekarang kedudukan dan peran literasi, kecakapan baca-tulis, dan kemampuan berpikir kritis-kreatif sangat strategis, malah fundamental dalam bingkai kebudayaan dan/atau pendidikan. Pada sisi lain, kita juga tahu, berbagai kalangan juga memandang penting pengembangan sastra Indonesia sebagai aset kebudayaan Indonesia, karena sastra Indonesia tergolong “spesies sastra baru” yang masih muda yang masih perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (1)”

Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian II selesai)

: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia

Nanda Winar Sagita: Bung Wawan Eko Yulianto sudah menerjemahkan dua karya besar James Joyce. Saya ingin bertanya, karya mahabesar Joyce yg Ulysses gimana, Mas?

Wawan Eko Yulianto: Nah-nah-nah. Ini dia 5 million dollar question. Hahaha. Sudah sempat jalan nerjemah sama seorang kawan (dapatnya cukup banyak), tapi kemudian ada ini dan itu yang bikin keder sendiri. Terus Continue reading “Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian II selesai)”

Bahasa »