MONOLOG PUISI
Sebuah puisi bertengger di sebuah ayunan.
“Jika kau menulis tentang kong guan, di mana batas diriku
atau tentang teknik menambal ban, di mana pinggiran yang kau
maksud, atau kadang kau berbicara tentang celana, gudeg, humor
humor hambar yang kau tertawakan, di mana kau sembunyikan diriku.” Continue reading “Puisi-Puisi Aprinus Salam”

