Benny Arnas
Seseorang, yang saya kenal lama dan selalu bilang kalau mimpi terbesarnya adalah menjadi penulis, bertandang petang tadi. Setelah menyerahkan berkas cetak cerpen saya yang dimuat media hari ini, ia bertanya tentang bagaimana menulis bagi seorang penulis seperti saya. Continue reading “Menulis dan Belajar (tanpa) Kejujuran”
