
Aprinus Salam * Continue reading “SEMAR”
Menggoyang Kekukuhan Bahasa Indonesia
Peresensi: Ahmad Farid Yahya *
Jawa Pos, 6 Des 2020
Novel ini menyajikan kerumitan bahasa dengan tujuan membuat bahasa Indonesia berkelindan dengan bahasa daerah.
MEMBACA novel Burung Kayu serupa anak bayi belajar bahasa. Novel ini menyajikan kerumitan bahasa, di mana bahasa Mentawai berkelindan dengan bahasa Indonesia baku dalam rangkaian kalimat-paragrafnya. Tanpa catatan kaki, tanpa glosarium. Serupa anak kecil yang mulai memahami kosakata baru, satu per satu. Continue reading “Menggoyang Kekukuhan Bahasa Indonesia”
CITRA PEREMPUAN DALAM SASTRA (11)
: Apa Ideologi yang Bekerja di Baliknya?
Djoko Saryono *
Apa yang kita sesap dari uraian terdahulu (1 sampai dengan 10 sebelumnya) perihal citra perempuan dalam sastra khususnya novel Indonesia? Pertama, dalam teks-teks novel Indonesia dicitrakan perempuan-perempuan yang berasal dari golongan bawah, menengah, dan menengah-atas. Continue reading “CITRA PEREMPUAN DALAM SASTRA (11)”
Media sebagai Panglima
Orasi untuk Pesta Media 2013
Seno Gumira Ajidarma *
Puan-puan dan Tuan-tuan yang Terhormat,
Media bukanlah kenyataan, media adalah konstruksi kenyataan, dengan pencapaian yang sangat berdaya, sehingga nyaris merupakan ilusi kenyataan yang sempurna. Continue reading “Media sebagai Panglima”
CITRA PEREMPUAN DALAM SASTRA (10)
: Kelonggaran Moralitas Sosial dan Kebebasan Perempuan
Djoko Saryono *
Di samping menimbulkan kekerasan terhadap perempuan, modernisme dan pembangunanisme juga memunculkan kelonggaran moralitas sosial. Modernisme dan pembangunanisme memang telah membuat perempuan bebas dari (freedom from) belenggu dan kungkungan tradisi yang sangat patriarkis, tetapi juga menjadikan Continue reading “CITRA PEREMPUAN DALAM SASTRA (10)”
