Teater dan Kita

A.S. Laksana
Jawa Pos, 14 Nov 2016

Pada Sabtu, 20 Agustus 2016, saya makan nasi goreng bersama penyair Afrizal Malna di trotoar depan gerbang Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Malam itu saya baru saja mengajar kelas penulisan kritik sastra yang diadakan Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Pada hari yang sama, komite teater menyelenggarakan diskusi. Afrizal adalah ketua Komite Teater DKJ untuk kepengurusan periode 2015–2018. Continue reading “Teater dan Kita”

CERMIN BURAM KEPENYAIRAN BANTEN

Niduparas Erlang *

Melihat perkembangan penulis-penulis muda Banten, khususnya Serang, agaknya kita mesti pula menengok—tepatnya tak bisa terlepas dari—karya-karya mereka yang banyak bertebaran mewarnai media massa cetak, seperti koran atau tabloid lokal. Dan sepatutnya kita berbangga akan berlahirannya penulis-penulis muda sebagai regenerasi penulis yang tua-tua—yang konon sudah mulai sakit-sakitan. Continue reading “CERMIN BURAM KEPENYAIRAN BANTEN”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (22)

: Peranan Sastrawan Perempuan yang Kabur dalam Historiografi Sastra

Djoko Saryono *

/1/
Bukan hanya sosok sastrawan perempuan Indonesia yang masih dituliskan relatif samar dalam historiografi sastra Indonesia, tetapi juga peranan sastrawan perempuan Indonesia juga masih dituliskan agak kabur, artinya belum sepadan dengan apa yang telah mereka lakukan, dalam historiohgrafi sastra Indonesia. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (22)”

Bahasa »