Pencarian Identitas Imigran di Amerika

Eka Kurnia Hikmat*
http://www.jawapos.com/

Jika Anda tengah patah hati, agaknya novel ini layak menjadi teman. Betapa tidak, novel ini, The Rug Merchant (Pedagang Permadani), juga mengisahkan patah hati Ushman Khan, sang tokoh utama, seorang pedagang permadani Iran yang beremigrasi ke Amerika atas cinta sejatinya.

Diceritakan Ushman beremigrasi ke Amerika demi kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan istrinya, Farak. Ushman selalu memimpikan suatu saat dapat membawa istrinya ke New York, meninggalkan Tabriz. Continue reading “Pencarian Identitas Imigran di Amerika”

Mengisukan Ekologi Pikiran

Audifax
http://www.jawapos.com/

SELAIN ekologi hayati yang berupa hutan, gunung, dan lautan, ternyata ada juga ekologi lain, yaitu dunia ciptaan manusia yang berupa abstraksi mental, gagasan serta cara mengolah realita. Inilah ekologi pikiran. Dalam ekologi pikiran, berbagai hal seperti tren, bahasa, ideologi, gaya hidup, dan sejenisnya, muncul, menghilang ataupun bertahan. Ekologi pikiran menjadi penting karena manusia hanya mampu memahami realitas sejauh apa yang mampu dipikirkannya. Tapi, di luar apa yang mampu dipikirkannya selalu ada sesuatu yang lain. Continue reading “Mengisukan Ekologi Pikiran”

Belajar Islam Kepada Pujangga

Ahmad Badrus Sholihin*
http://www.jawapos.com/

Jogjakarta, 30 Mei 2009, KH A. Mustofa Bisri menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Sebagaimana disebut dalam sambutan dekan Fakultas Adab, gelar ini adalah penghargaan atas jasa-jasa Gus Mus dalam mengembangkan ilmu kebudayaan Islam lewat kerja-kerja nyata. Karya-karyanya dinilai menyuarakan Islam yang menyejukkan, Islam yang mengentaskan, Islam yang mengayomi, Islam yang membebaskan, dan Islam yang mencerahkan. Continue reading “Belajar Islam Kepada Pujangga”

SIHIR CHANDRA JOHAN

Maman S. Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Chandra Johan: pelukis yang saya kenal ketika kami bersama di Dewan Kesenian Jakarta (2003?2005). Suatu saat, dalam sebuah obrolan santai, ia memperkenalkan sejumlah koleksi lukisannya. Amboi! Lukisan apakah gerangan? Bagaimana mungkin, sesuatu?lukisan-lukisan itu? yang belum saya pahami maknanya, tiba-tiba menciptakan serangkaian keterpanaan. Saya benci lukisan-lukisan itu. Sebab, tanpa kompromi seketika ia membelit saya pada ketakberdayaan: saya tak berdaya menghindar aura pesonanya. Continue reading “SIHIR CHANDRA JOHAN”

Bahasa ยป