http://berbagipuisi.blogspot.com/
Kamu dan Aku
Malam ini melarikan diri
hanya kamu dan aku
mencari kedamaian
jauh melewati samudera
Kekasih, betapa kamu hidup
dalam nafasku… Continue reading “Puisi-Puisi Kika Syafii”
http://berbagipuisi.blogspot.com/
Kamu dan Aku
Malam ini melarikan diri
hanya kamu dan aku
mencari kedamaian
jauh melewati samudera
Kekasih, betapa kamu hidup
dalam nafasku… Continue reading “Puisi-Puisi Kika Syafii”
Sunaryono Basuki Ks
Pewawancara: Adnyana Ole
http://www.balipost.co.id/
Untuk ukuran sastrawan yang umurnya sudah kepala enam, Sunaryono Basuki Ks. termasuk sastrawan yang super produktif. Bahkan keproduktifannya tak kalah dengan penulis muda energik yang kini banyak bermunculan di Indonesia. Selama dua tahun guru besar di IKIPN Singaraja ini menulis empat novel, sebuah kumpulan cerpen dan sebuah esai. Tahun 2004, dua novelnya — masing-masing “Antara Jalan Jaksa dan Lovina” dan “Sisca Ambarwati” — diterbitkan Grasindo. Lalu pada tahun 2005 juga terbit dua novel, “Maling Republik” (Mizan) dan “Cinta Berbunga di Lovina” (Pinus) serta sebuah kumpulan cerpen “Sepasang Kera yang Berjalan dari Pura ke Pura” (Kompas). Continue reading “Buka Diri, Alam Memberi Sesuatu”
Sunaryono Basuki Ks*
http://www.suarakarya-online.com/
Bencana alam bertubi menerpa, wabah penyakit mengincar segenap penjuru, bom bisa meledak dimana-mana, kerusuhan, teror, demo hampir setiap hari, pengungkapan korupsi. Meminjam istilah Pater Dick Hartoko, apakah memang ini tanda-tanda zaman yang harus diurai dengan bijaksana?
Sebagian kita merasa tak bisa berbuat apa-apa karena ini sudah kehendak zaman. Kita tak bisa mengubahnya. Continue reading “Kita Fatalis Sejati?”
(salah satu pengantar antologi puisi tunggalnya Samsudin Adlawi, “Jaran Goyang”)
Daisuke Miyoshi
Sajak-sajak di dalam antologi ini bukan puisi gelap. Berlama-lama saya pandangi, saya pandangi, saya pendangi terus. Diam saya. Terkejut membaca diksi kepada bait. Dari balik diksi itu, satu per satu makna muncul. Seketika menyatu, membuat makna di dalamnya nyata. Continue reading “Ketika Tuhan Berbisik Lembut”
Sitok Srengenge
majalah.tempointeraktif.com
NGEH
Naskah dan sutradara: Putu Wijaya
Tempat: Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki 11-12 Oktober 1998
Menepis kata dan mengais citra. Itu strategi panggung Putu Wijaya yang terbaru. Sebuah forum kesenian dengan klaim internasional, ternyata, punya pengaruh langsung pada kreativitas seorang Putu Wijaya. Ketegangan antara hasrat menggarap tema aktual dan keinginan menawarkan pola yang universal rupanya telah mendesakkan inspirasi untuk menempuh sebuah keputusan: mengubah strategi pemanggungan. Continue reading “Bayang-Bayang Teror Setengah Matang”