SURAT DALAM KHAZANAH SASTRA INDONESIA

Maman S. Mahayana *

(Bagian I)
Sesungguhnya, sudah sejak lama masyarakat Indonesia mengenal tradisi menulis surat. Para raja pada zaman kerajaan dahulu, wali-wali dan para penyebar aga-ma atau sultan-sultan ketika agama Islam menyebar dan berkembang di pelosok Nu-santara, sudah terbiasa melakukan korespondensi, baik dengan saudara atau sahabat-sahabat baiknya, maupun dengan pihak lain yang mungkin belum dikenalnya. Keda-tangan bangsa Eropa ke Nusantara, makin memperluas tradisi korespondensi mereka. Continue reading “SURAT DALAM KHAZANAH SASTRA INDONESIA”

Puisi-Puisi Yuswan Taufiq

“mendulang sesyair”

Jika merajang sesyair puisi pertanyakan berjawaban
Semestinya ditengok langkah sehidup menggenggam bekalan
Jika melerai sesyair bersebrangan pertanyakan searah tujuan
Semestinya ditengok latar sehidup mengurai riak adaban

Tangan jangkau pikir mengulah hati merekah?
Atau akal menggigil rasa melengah pedang pun menjengah?
Adakah tertanya lubuk menyirat menggaduh kecamuk memucuk?
Atau hanya searah ingin dimaksud merujuk peluk semabuk? Continue reading “Puisi-Puisi Yuswan Taufiq”

Bahasa ยป