Riak Telaga di Bening Mata: Perempuan

Gita Pratama
http://www.kompas.com/

Dengan langkahnya yang mantap setelah ia meninggalkan senyum tipis, ia membalikkan tubuhnya dariku. Tapi tak segera kutemukan guncang dipundaknya. Ia meninggalkan malam yang hambar begitu saja. Kemudian langkahnya semakin melebar ketika terdengar ricuhan bintang yang sedang mabuk, menirukan tangis hewan malam yang sengau di telinga. Perempuan itu telah memutuskan untuk memilih pergi dariku, ya.. perempuan bermata bening itu akan begitu saja pergi. Continue reading “Riak Telaga di Bening Mata: Perempuan”

Bahasa ยป