Puisi-Puisi Ach. Nurcholis Majid

oase.kompas.com

Mari Kita Bakar Anjing di Kepalamu dan Benalu di Sekujur Tubuhku

Angin baru saja usai, di tengah lautan, seseorang mengambang menjadi pesta ikan-ikan.
Di halaman, ayam bekisar berperang melawan seekor elang. Satu anaknya hilang dibawa terbang.

Di negeriku, demokrasi menjadi hantu yang membawa lari kemanusiaan. Rakyat seperti orang kencing di pojok pantai. Sambil mematikan rokok, meninggalkan pesing dan mengambil sedikit daun atau lupa membersihkan kelamin.
Mataku panas mengeluarkan api. Continue reading “Puisi-Puisi Ach. Nurcholis Majid”

Sastra dalam Basis Orientasi dan Komitmen Estetika Lokal*

Satmoko Budi Santoso
Kedaulatan Rakyat

WACANA desentralisasi komunitas sastra kembali menggemuruh pada awal tahun ini. Marwanto, Ketua Komunitas Lumbung Aksara Kulonprogo Yogyakarta membebernya dalam esei yang berjudul Temu Sastra Tiga Kota (Harian Kedaulatan Rakyat, 13 Januari 2008) lalu. Sayang, cuatan pikiran Marwanto hanya sebatas paparan pemetaan sastrawan yang ada di tiga kota, yakni Yogya, Kulonprogo, dan Purworejo. Selebihnya, hanya menyinggung sedikit tentang kemungkinan potensi yang bisa dikembangkan dari kegairahan bersastra yang ada di kota-kota tersebut. Continue reading “Sastra dalam Basis Orientasi dan Komitmen Estetika Lokal*”

Menata Ulang Festival

Arief Junianto
http://www.surabayapost.co.id/

Puluhan festival seni di Surabaya terjadi hampir setiap tahun. Namun tahun ini terjadi kekosongan penyelenggaraan. Sebaiknya penyelenggaraan festival perlu ditata ulang.
Dalam setahun, bisa dipastikan Surabaya digelontor oleh berbagai festival. Yang terpenting bisa disebut, Festival Seni Surabaya, Festival Cak Durasim, Surabaya Full Music, Festival Teater Pelajar, Bienalle Seni Rupa Jawa Timur (dua tahunan). Selain itu ada berbagai festival yang bersekala kecil dan berorientasi pada produk budaya tertentu, seperti festival ludruk, festival remo, festival teater remaja, festival puisi, dll. Festival yang disebut terakhir hadir secara fluktuatif (baca : tidak tentu). Continue reading “Menata Ulang Festival”

Bahasa ยป