Banyak Festival Terancam Batal

Ribut Wijoto *
surabayapost.co.id

Tahun ini, masyarakat seni di Jawa Timur terancam kehilangan beragam sajian festival seni. Misalnya Festival Cak Durasim, Surabaya Full Music, Festival Budaya Adhikara, dan sebagainya. Apakah yang sebenarnya terjadi?

Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memindahkan kewenangan mengurusi bidang kesenian, dari dinas pendidikan ke dinas pariwisata terbukti tanpa persiapan yang matang. Padahal pemindahan tersebut bukanlah rencana mendadak. Continue reading “Banyak Festival Terancam Batal”

Budaya Antikritik: Memadamkan Cahaya Pengetahuan

(Tanggapan terhadap Tulisan Orang-Orang yang Berbudaya Antikritik)

Mahmud Jauhari Ali
radarbanjarmasin.com

“salam kenal
saya selalu membaca tulisan-tulusan Anda saya salut dengan tulisan Anda, tetapi akhir-akhir ini saya kecewa dengan tulisan Anda yang seakan-akan selalu memojokkan pusat bahasa,dan balai bahasa,apalagi pada tulisan Anda pada hari minggu tanggal 8 Febuari seakan Anda sok pintar dan sok mengurui. Padahal sepengetahuan Saya Anda dulu pada tulisan-tulisan Anda selalu mengaku sebagai peneliti pusat bahasa, tetapi kenapa akhir-akhir ini Anda selalu memojokan pusat bahasa, Apakah Anda orang yang frustasi atau tidak punya kerjaan, sehingga kerjaanya hanya menjelekkan orang saja dan sok pintar. Cepatlah bercermin siapa diri Anda.
” Continue reading “Budaya Antikritik: Memadamkan Cahaya Pengetahuan”

Ghirah Sastra Tionghoa Terus Menyala

Lan Fang *
jawapos.com

China adalah negara besar yang dikenal dengan timbul tenggelamnya banyak kerajaan dan dinasti. Juga karena kesengsaraan dan kemiskinan akibat perang yang berlarut-larut selama berabad-abad. Selain itu, yang penting dicatat dari China adalah kearifan yang diwariskan para filsufnya melalui berbagai macam bentuk karya sastra. Salah satunya adalah puisi.

Sejarah sastra dunia menahbiskan China sebagai negeri puisi. Bila hendak diteliti, selama masa Dinasti T’ang (618-906) saja sudah tercatat kira-kira 2.200 penyair yang menghasilkan lebih dari 50.000 puisi. Continue reading “Ghirah Sastra Tionghoa Terus Menyala”

BAHASA KAUSALITAS YANG RAHMATAN LIL ALAMIN

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/05/language-of-causality-that-rahmatan-lil-alamin/

Bagian I

Prolog:

Sebelum membahas pokok persoalan, marilah berserah kepada Sang Penyebab segala sebab. Bagaimana dikatakan kegentingan, karena seringkali mengartikan akibat sebagai sebab, atau sebaliknya mengerti sebab padahal itu akibat. Tentu ini menghawatirkan kesehatan iman di alam fikiran. Jika yang terpaparkan nantinya tidak bertepatan dengan ketentuan ayat-ayat-Nya, tinggalkan. Andai ada senyawa tiupan-Nya yang tersirat pun tersurat, bukan dari penulis semata. Continue reading “BAHASA KAUSALITAS YANG RAHMATAN LIL ALAMIN”

SUASANA GELISAH DALAM PRIBADI PENGELANA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Konon, ketika seseorang begadang di padang lapang, berdiri sendiri kedinginan di ketinggian hamparan pegunungan, gemetar di tengah gelombang lautan atau terkucil asing di belantara rimba raya, ketakjuban pada alam bisa saja datang secara tiba-tiba dan serempak menguasai pikiran dan sekujur rasa kita. Saat-saat seperti itulah, seseorang bisa mendadak gamang, hanyut dalam pesona yang tak dipahaminya atau malah menambah beban pertanyaan pada sesuatu yang diyakini telah menjadi rahasia. Continue reading “SUASANA GELISAH DALAM PRIBADI PENGELANA”

Bahasa ยป