Solzhenitsyn: Gairah Agung dari Gulag

7 Sep 2008, Jawa Pos

Binhad Nurrohmat*

Solzhenitsyn (1911-2008) telah menuliskan yang mesti dikenang manusia, dan kematian sastrawan itu kian menghidupkan pesan: misi kemanusiaan dalam kesusastraan selamanya melekati ingatan dunia, dan tak sebatas ihwal tragedi Gulag, sebuah genre penjara amat keji ”karya besar” rezim totaliter Sovyet di masa kekuasaan Stalin yang oleh Solzhenitsyn dalam sebuah suratnya disebut sebagai ”pria brengosan” itu. Kesusastraan Solzhenitsyn menorehkan percikan-percikan keluhuran dan kedalaman pengertian dari sejarah panjang kezaliman kekuasaan di negerinya, tanah Rusia. Continue reading “Solzhenitsyn: Gairah Agung dari Gulag”

Sajak-sajak Mardiluhung Perbenturan Budaya Pesisiran dan Pedalaman

Tjahjono Widijanto
Jurnal Nasional, 11 Mei 2008

Sulit membayangkan seorang penyair dan sajak berangkat dan hadir dari sebuah kekosongan, nihil ex nihilo: tidak ada sesuatu yang lahir atau berasal dari ketiadaan. Sajak lahir dari persentuhan indrawi atau rohani, antara penyair dan semesta seperti gesekan ranting dengan ranting di musim kering yang menghasilkan api, karena itu sajak —dalam publik yang paling terbatas sekalipun— akan senatiasa mendiskusikan, mendialogkan, dan memperbincangkan “sesuatu”. Continue reading “Sajak-sajak Mardiluhung Perbenturan Budaya Pesisiran dan Pedalaman”

FILSAFAT PICASSO; STRATEGI REVOLUSI, PROSES KREATIF

Nurel-Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=64

{Pandangan Picasso dari ingatan Christian Zervos (yang ditulis miring), diperolehnya saat-saat percakapan di musim dingin bersama pelukis kubisme tersebut. Lantas dimasukkan ke dalam majalah “Cahiers d’ Art” pada tahun 1935. Dan saya mendapatkannya dari buku yang berjudul The Creative Process, yang disusun oleh Brewster Ghiselin}. Continue reading “FILSAFAT PICASSO; STRATEGI REVOLUSI, PROSES KREATIF”

BAYANG DAN BOYONG

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Mari kita silakan para tamu memasuki baluwarti ini, saudaraku – ketika barisan yang kita nanti-nantikan sudah mulai memperlihatkan langkahnya yang tegap dan tegas. Marilah kita persilahkan para sanak-kadang yang sudah semalaman berkuyup-embun di luar pager-banon sana, dan biarkanlah mereka pagi ini ikut menikmati selamat datang ini. Continue reading “BAYANG DAN BOYONG”

Bahasa »