
Arif Saifudin Yudistira * Continue reading “Menafsir “Hujan Bulan Juni””
KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (2)
Djoko Saryono *
Dalam pandangan manusia Jawa, keindahan dan keelokan bukan hanya sesuatu yang sudah jadi, melainkan juga sesuatu yang mengada dan menjadi. Meminjam istilah Erich Fromm, keindahan dan keelokan itu bukan hanya sesuatu yang being, tetapi juga sesuatu yang to be dan to become. Keindahan dan keelokan mengada dan menjadi jika – menurut seorang ahli sastra Jawa Tanojo – terjadi jumbuhing rasa lan kang dirasakake dan atau – menurut seorang penulis sastra Dwidjosumarto – terjadi manunggaling suraos lan wangun. Continue reading “KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (2)”
KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (1)
Djoko Saryono *
Estetika bisa kita hampiri secara kolektif dan individual. Penghampiran kolektif tentu saja menfokuskan dan mencandra aspek, dimensi, dan ciri-ciri umum atau generik objek dan gejala estetika. Personalitas, otonomi, dan subjektivitas orang per orang tidak dinomorsatukan atau diutamakan. Sebaliknya, penghampiran individual menekankan dan memerikan aspek, dimensi, dan ciri-ciri khusus atau partikular objek dan gejala estetika. Continue reading “KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (1)”
Posisi Subyek dan Lirik dalam Puisi

(T.S. Eliot, tahun 1923, gambar dari Wikipedia)
Sholihul Huda * Continue reading “Posisi Subyek dan Lirik dalam Puisi”
DERRIDA: SEBUAH PERAYAAN KEMATIAN LOGOS

Sunlie Thomas Alexander * Continue reading “DERRIDA: SEBUAH PERAYAAN KEMATIAN LOGOS”
