Seni Bahasa

Marhalim Zaini *
Indopos, 22 Feb 2014

KETIKA seorang ahli linguistik macam Roman Jakobson bertanya “what makes a verbal massage a work of art?” maka inilah salah satu momentum: peneguhan posisi puisi dalam bahasa. Benar, Jakobson memang sedang bicara ihwal puitika sebagai salah satu fungsi bahasa, selain yang lima: fungsi referensial, fungsi emotif, fungsi konatif, fungsi fatis, dan fungsi metalingual. Akan tetapi, saya kira, bagi orang sastra—para kritikus puisi khususnya—teori struktural-fungsional Jakobson ini tak gampang diabaikan sebagai cara yang “ampuh” untuk menemukan ciri-ciri utama, pun struktur “tak biasa” dalam seni bahasa (verbal art), yang bentuk representasinya adalah puisi. Continue reading “Seni Bahasa”

Imajinasi, Observasi, dan Intuisi pada Cerpen “Langit Makin Mendung”

H. Bahrum Rangkuti

Tidak mudah melukiskan secara objektif dan ilmiah judul di atas ini, lebih-lebih karena cerpen Langit Makin Mendung karangan Kipandjikusmin, sangat dihebohkan oleh golongan besar umat Islam. Hamka sendiri sebagai saksi ahli dalam sidang pengadilan atas dimuatkannya cerpen tersebut dalam majalah Sastra, merasa dirinya sangat tersinggung dan menyatakan kepada hakim ketua, ia akan murtad jika ia sebagai Penanggung Jawab majalah Kiblat memuatkannya dalam majalah yang dipimpinnya itu. Continue reading “Imajinasi, Observasi, dan Intuisi pada Cerpen “Langit Makin Mendung””

Bahasa »