
Helmi Mustofa * Continue reading “Pesan Umbu untuk ‘Em’ di Malam Ihtifal Maiyah”
Serpih-serpih Kisah Bersama Umbu Landu Paranggi
Wayan Sunarta
PERTEMUAN pertama saya dengan Umbu adalah sebuah pertemuan yang sangat menjengkelkan sekaligus menggelikan, yang terus membekas dalam kenangan. Namun pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan anugerah tak ternilai yang ikut mempengaruhi perjalanan hidup saya, terutama ketika bergesekan dengan dunia puisi. Continue reading “Serpih-serpih Kisah Bersama Umbu Landu Paranggi”
Dicari, Penerjemah Karya Sastra Andal dan Nakal
Khairul Mufid Jr
Masih lekat dalam ingatan saya ketika mengikuti dialog sirkus sastra Salihara 11 Maret 2014, waktu itu Penyair Sapardi Joko Damono dan Elisabeth Korah-Go, yang menjadi pengompor suasa dan membahas tentang Faust dalam sastra Malaysia dan Indonesia karya Goethe. Continue reading “Dicari, Penerjemah Karya Sastra Andal dan Nakal”
DI BALIK KAMPANYE ANTI (ROKOK) KRETEK INTERNASIONAL
Muhammad Muhibbuddin *
Dulu tepatnya Selasa, 11 Oktober 2011, Komunitas Kretek (Komtek) pernah menyelenggarakan acara bedah buku, Kriminalisasi Berujung Monopoli di kompleks Kepatehan, Yogyakarta. Buku ini adalah antologi hasil riset sejumlah aktivis LSM dan akademisi yang menguak soal kuatnya kriminalisasi rokok di dunia, khususnya terhadap kretek di Indonesia. Pembicara utama dalam diskusi tersebut adalah Salamuddin Daeng, salah satu penulis buku tersebut. Continue reading “DI BALIK KAMPANYE ANTI (ROKOK) KRETEK INTERNASIONAL”
WABAH PURBA
Taufiq Wr. Hidayat *
Sambil menundukkan kelelahan,
aku nulis puisi.
Terminal tua, hujan hendak mencipta telaga,
dan bangku-bangku tunggu.
Kota yang tertatih-tatih.
Kesunyian yang hilang.
Dan perih yang gamang.
Siapa terluka di balik bahasa?
Dicatat derita ke dalam kata-kata.
Mengiris bawang merah dan mendiskusikan cinta. Continue reading “WABAH PURBA”
