Mendengar dan Membaca Puisi di Cafe

Marhalim Zaini *
Riau Pos, 23 Feb 2014

KETIKA saya (bersama Komunitas Paragraf) turut mendukung dan menggerakkan iven Malam Puisi Pekanbaru (14 Februari 2014) dengan membaca puisi bersama anak-anak muda di sebuah cafe, di kepala saya berputar-putar sebuah pertanyaan: apa yang sedang dicari oleh anak-anak muda ini ketika mereka memilih kegiatan malam liburnya dengan mendengar dan membaca puisi di cafe? Saya menduga, boleh jadi, mereka sedang mencari kesenangan. Continue reading “Mendengar dan Membaca Puisi di Cafe”

Koper Ayah Saya, Pidaro Nobel Sastra Orhan Pamuk 2006

Penerjemah: Tia Setiadi
Majalah Sastra Horison, edisi Des 2014

Dua tahun sebelum kematiannya, ayah saya memberikan kepada saya sebuah koper kecil yang sarat dengan tulisan-tulisan, manuskrip-manuskrip, dan catatan-catatannya. Dengan separuh bercanda dan separuh mencemooh, dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin saya membacanya setelah dia “pergi”, yang artinya setelah dia wafat. Continue reading “Koper Ayah Saya, Pidaro Nobel Sastra Orhan Pamuk 2006”

DARI SA’DI KE BOCCACCIO: WARISAN SASTRA PANDEMI

Hamid Dabashi
Diterjemahkan oleh Dwi Pranoto

Kesusastraan dapat membantu kita bertahan dari pandemi ini dengan kekayaan konstelasi mental, moral, dan daya kritis.

Ketika kasus dan korban Covid-19 meningkat secara global, para pakar medis sangat khawatir tidak hanya mengenai virus itu sendiri, tapi juga mengenai meningkatnya kecemasan dan menajamnya ketakutan orang-orang yang sedang mengalami saat mereka berusaha menghadapi pandemi. Continue reading “DARI SA’DI KE BOCCACCIO: WARISAN SASTRA PANDEMI”

Bahasa »