Suparto Brata Mencari Sarang Angin

Fatah Anshori *

Nama Suparto Brata pertama kali saya kenal ketika membaca Jurnal-jurnal Eka Kurniawan. Saya tidak tahu banyak tentang Suparto, saat saya mencoba mencari informasi dari Wikipedia, Suparto terkenal dengan sastrawan berbahasa Jawa. Ia lebih banyak menulis cerita fiksi dalam Bahasa Jawa. Dalam novel Mencari Sarang Angin, rasanya kepiawaiannya dalam menggunakan Bahasa Jawa memang sedikit banyak terlihat. Sehingga saya tak akan menyalahkan Wikipedia atas informasi tersebut. Continue reading “Suparto Brata Mencari Sarang Angin”

Penyair dan Puisinya

Marhalim Zaini *

“Apakah kita masih percaya pada keniscayaan kata?
Pada hanya sebuah kata?”

Baris terakhir puisi Rida K Liamsi yang saya kutip di atas berjudul “Surat kepada GM.” Dalam puisi itu, dua kali, Rida bertanya, ihwal “apakah kita masih percaya pada keniscayaan kata?” Andai yang bertanya semcam itu bukan seorang penyair, dan bukan dalam sebuah puisi, agaknya kita boleh maklum. Continue reading “Penyair dan Puisinya”

Mencari Tokoh Bagi Roman

Iwan Simatupang

Tokoh yang bagaimana saja bisa tampil dalam roman. Terserah teknik pengarang, mana didulukan. Tokoh dulu, baru menyusul cerita bersama persoalan gaya. Atau, sebaliknya.

Seorang Giraudoux memilih yang sebaliknya. Cari dulu gayanya, idenya menyusul kemudian, kata dia. Dengan ide antara lain maksudnya tokohnya, tokoh-tokohnya. Sedangkan Proust bertahun-tahun mencari tokohnya dulu. Sekali ketemu, tokohnya itu (walau ini dirinya sendiri) tak mudah lagi meninggalkannya. Hasilnya, A la Recherche du Temps Perdu,  berjilid-jilid. Dan berapa banyak pengarang atau calon pengarang lainnya, yang keburu mati tanpa kunjung menemu tokohnya, gayanya? Continue reading “Mencari Tokoh Bagi Roman”

Bahasa »