Muhammad Al-Fayyadl
Tiap ditanya soal masa depan sastra Indonesia, saya selalu ragu menjawabnya. Pertama, saya kira tak seorang pun dapat meramalkan masa depan. Pengertian masa depan begitu cair dan penuh kontradiksi. Yang kita anggap masa depan lebih merupakan bayangan, imajinasi, atau keinginan kita tentangnya. Kedua, pasti memusingkan bila bicara tentang masa depan narasi sejarah bernama “sastra Indonesia”. Continue reading “Setelah “Sesuatu Indonesia” Tentang Sastra Kita di Masa Depan”

