Pencuri Jam Dinding di Rumah Tuhan

Muhammad Yasir

Malik bin Mukhsin; seorang lelaki tua, taat, dan alim, secara mengejutkan membuat pengakuan kepada Allah, Tuhan yang dia yakini, ketika dirinya berumur 80 tahun lima hari yang jatuh pada bulan Juni yang lebih cerah dari roman wajahnya. Malik bin Mukhsin merasa perlu melakukan pengakuan ini, karena zaman telah berubah. Tidak seperti masa kanak-kanaknya dulu; orang-orang datang ke rumah Tuhan tidak hanya sekadar membuktikan ketundukan dan kepatuhan, lebih dari itu. Continue reading “Pencuri Jam Dinding di Rumah Tuhan”

BUKIT KALAM

A. Syauqi Sumbawi

Suara itu ada! Dan jika saat ini kau masih belum bisa mendengarnya, maka sebaiknya kau tidak mengatakan yang sebaliknya. Apalagi terburu-buru mengumumkan kepada orang-orang tentang keberadaannya yang dusta. Barangkali karena ribuan suara lain yang berisik dalam lubang telinga, yang menjadikannya tersumbat diam. Lantas lenyap terbawa angin dari punggung bukit. Mungkin pula lantaran perhatian yang kauberikan tak penuh seksama, sehingga membuatnya berlalu begitu saja. Karena itu, berhentilah dulu. Mari kita menepi dari jalanan ini. Lihatlah, sebatang beringin berdiri menawarkan keteduhan daun-daunnya yang rimbun. Continue reading “BUKIT KALAM”

Sajak-Sajak Mario F. Lawi

Jawa Pos, 14 Feb 2021

Corpus Catullianum 64

Cerita kita kali ini bergerak dari ruang tengah,
dari sehelai seprai di ranjang pernikahan,
atau motif permadani yang diinjak para tamu ilahi.

Seorang Lesbia menanti Catullusnya di luar labirin,
membayangkan labirin telah ditaklukkan kekasih hati,
dan Minotauros yang menunggu di dalam labirin
telah memakan habis para lelaki pemujanya. Continue reading “Sajak-Sajak Mario F. Lawi”

HAMKA, WS. Rendra, Puisi Sukmawati: Drama ‘Patine Gustiallah’

Muhammad Subarkah
Republika, 06 Apr 2018

Apa sih definisi puisi bermutu itu? Ketika pertanyaan ditanyakan kepada sastrawan dan Guru Besar Filsafat Universitas Paramadina, Prof Abdul Hadi WM, dia hanya menjawab pendek. Katanya, “Puisi yang baik memiliki nilai estetis. Nilai inilah yang membuat sebuah puisi berharga. Dalam nilai estetis itu sudah terangkum nilai-nilai lain. Jadi bukan karena bikin heboh,’” ujarnya. Continue reading “HAMKA, WS. Rendra, Puisi Sukmawati: Drama ‘Patine Gustiallah’”

Bahasa »