Sastra Kalimantan Barat Era Kekinian

Musfeptial Musa *
insidepontianak.com, 5 Mei 2020

Perkembangan sastra di Kalimantan Barat tidak dapat dipisahkan dengan sastra lama, di daerah ini telah lama tumbuh dan berkembang sastra dalam bentuk lisan. Sastra lisan telah menjadi tradisi bagi masyarakat sejak beberapa abad silam. Tradisi lisan telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat masa lampau selalu berkaitan erat dengan tradisi lisan. Baik aktivitas keseharian maupun aktivitas kepercayaan. Continue reading “Sastra Kalimantan Barat Era Kekinian”

Sastra Lisan Dayak Golik

Hari Purwiati *
insidepontianak.com, 29 Mei 2020

Sebagai bagian kebudayaan yang pernah hidup dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sastra lisan mempunyai fungsi dan kedudukan di kehidupan masyarakat penuturnya, seperti sebagai sarana penghibur, sarana pendidikan, dan sarana komunikasi. Bahkan, (Syahril, 2018:92) menjelaskan bahwa karya sastra baik lisan maupun tulisan tentunya mengandung ajaran, pesan, dan aturan yang terjadi dan berkembang serta berlaku pada masyarakat tersebut. Seiring kemajuan dan perkembangan zaman, terjadi pula perubahan di tengah masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Dayak dan Melayu Kalimantan Barat. Perubahan ini berakibat pula perubahan pada keberadaan cerita rakyat di tengah masyarakat pendukungnya. Continue reading “Sastra Lisan Dayak Golik”

Sastra dan Politisasi Agama

Alawi Al-Bantani *
Radar Sampit, 24/06/2018

Secara pribadi saya kurang tertarik dengan analisis novel “Perasaan Orang Banten” yang dihubungkan dengan karya Solzhenitsyn (Sehari dalam Hidup Ivan Denisovitch). Sastrawan Rusia itu tidak menjawab problem yang diajukan kaum politisi tentang pembangunan masyarakat yang ideal. Sifat kesusastraan hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara mendasar, karena di situlah keterbatasan ruang-gerak sastrawan yang tidak memegang kendali dan kewenangan – seperti halnya penguasa – untuk memutuskan suatu problem kemasyarakatan. Continue reading “Sastra dan Politisasi Agama”

Bahasa »