Muhammad Yasir
Setelah menyelesaikan “The Death of Ivan Ilyich” karya Leo Tolstoy dan mempelajari teror negara yang lahir dari kecemasan sekian warga negara Indonesia, aku menyimpulkan bahwa langit Bogor selama perjalananku di sana seperti wajah seorang perempuan tua, tetanggaku, memarahi seorang anak lelaki, anak seorang tukang becak, yang tidak sengaja memecahkan vas bunga miliknya. Dalam hukum akal sehat dan nuraniku, anak lelaki itu tidak bersalah bukan karena ketidaksengajaan, tetapi hembusan angin kencang itulah yang mengarahkan bola ke vas bunga itu. Apa peduli? Continue reading “Catatan Perjalanan di Bogor dan Bertemu Emil Ola Kleden (IV)”


