
Budi Darma Continue reading “GAIRAH KRITIK SASTRA”
Balada-Balada, Suryanto Sastroatmodjo
BALADA SI BAGUS
1
Dan daratlah maka laut mati
menangkap bumi, menyeka butir-butir keringat
nan membilang kesyukuran syahdu
Sampai senggama pun enggan dicopot
dari liang cahaya gupita Continue reading “Balada-Balada, Suryanto Sastroatmodjo”
PENCARIAN PANJANG DI NEGERI PASANG SURUT
(Sebuah Laporan Hasil Baca)

Anton Wahyudi * Continue reading “PENCARIAN PANJANG DI NEGERI PASANG SURUT”
Sastra dan Pabrik Pembatalan Aku
Afrizal Malna *
Media Indonesia, 6 Jan 2013
DI Berlin, seorang anak muda membuat pembayangan sebuah bangsa melalui restoran. Ia menawarkan daftar menu masakan Maroko. “Usia saya 20 tahun,” katanya. “Saya lahir di Berlin.” Ia hidup di dua dinding. Dinding latar identitasnya justru tidak berada bersamanya, tapi terus direproduksi melalui keluarga. Latar yang telah menjadi pabrik pembatalan aku dari konteksnya, reproduksi identitas yang berlangsung secara mekanis. Continue reading “Sastra dan Pabrik Pembatalan Aku”
Puisi yang Kukuh Merengkuh Realitas
Alex R. Nainggolan *
Lampung Post, 4 Nov 2012
Puan dan tuan yang terhormat,
Membaca puisi adalah membaca kata. Ketika isi kepala bercampur dengan segala pengetahuan, menyulingnya dari segala macam kisah, mendedahkan makna yang terkandung di dalamnya. Semacam masuk labirin yang panjang. Mengetuk di pelbagai pintu. Syukur bisa masuk dan bertemu dengan ragam makna dan kisah. Itulah, terkadang saat membaca sebuah puisi terasa berbeda antarpribadi untuk meresapinya. Mulanya adalah rasa, kemudian berlanjut dengan ketegangan. Continue reading “Puisi yang Kukuh Merengkuh Realitas”
