
Iwan Kurniawan Continue reading “Mari Merayakan Puisi”
Rose: Denyar Melayu dalam Melodius Ridakus Liamsus
Fakhrunnas MA Jabbar *
Riau Pos, 20 Okt 2013
Peluncuran buku puisi Rose karya Rida K Liamsi yang digelar di ball room sebuah hotel berbintang di Pekanbaru, 12 Oktober malam terbilang meriah dan gemilang. Selain acara itu dihadiri Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang juga wartawan senior, juga muncul ratusan tokoh dan hadirin dari berbagai daerah. Dalam acara pembacaan puisi sebagai penanda peluncuran buku, tampil secara atraktif dan bergantian Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, aktris dan pemain teater Cornelia Agatha, penyair Murparsaulian dan Rida sendiri. Continue reading “Rose: Denyar Melayu dalam Melodius Ridakus Liamsus”
Pentas Teater Tiga Kota Riau Beraksi
: Bengak di Atas Kebohongan Bengak
Taufik Ikram Jamil *
Riau Pos, 1 Jan 2012
TAK cukup dengan kata-kata, mungkin juga kesan untung-untung sebagai perenungan tentang bagaimana bengak alias bohong begitu mewabah dalam kehidupan berbangsa akhir-akhir ini, kelompok teater Riau Beraksi, memberikan masker kepada penonton dalam lakon yang mereka tampilkan Sabtu dan Ahad (17-18/12). Di bawah tajuk Bengak, penutup mulut dan hidung itu, justeru dibagikan begitu memasuki tempat pertunjukan, Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru. Continue reading “Pentas Teater Tiga Kota Riau Beraksi”
Mencintai Puisi dengan Cara Masing-masing
Putu Fajar Arcana
Kompas, 14 Des 2009
Presiden penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, bilang, teater, tari, musik, animasi, dan video berperan sebagai kaca pembesar, yang memperlihatkan hal-hal tersembunyi dari puisi. Puisi-puisi penyair Asrizal Nur ditulis dengan bahasa langsung, tidak rumit, sederhana, dan komunikatif. ”Tetapi itu bukan tanpa risiko,” kata Sutardji. Continue reading “Mencintai Puisi dengan Cara Masing-masing”
Sastrawan Betawi: Pemilik Rumah atau Kuli Bangunan?
Chairil Gibran Ramadhan *
Riau Pos, 2 Des 2012
Sekitar tahun 1994, sepulang dari belajar fotografi di Prancis, Yudhi Soerjoatmodjo mengadakan pameran esai foto bertajuk ‘’Paris Metro’’ di Galeri Cipta Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta (waktu itu belum ada Galeri Cipta I dan Galeri Cipta II). Wartawan Majalah Tempo ini kemudian diajak bergabung oleh pihak Institut Kesenian Jakarta untuk membagi ilmu ‘esai foto’ yang saat itu baru dikenal di Indonesia. Continue reading “Sastrawan Betawi: Pemilik Rumah atau Kuli Bangunan?”
