Naskah Panjang yang Tiba-tiba Jatuh ke Pangkuan

Martin Aleida *

“Kalau (dia) masih hidup, saya ingin tahu di mana makamnya. Kalau dia disiksa dulu sebelum meninggal, saya ingin supaya punya kesempatan membasuh lukanya. Kalau yang tersisa darinya tinggal tulang, saya ingin punya kesempatan menyusun tulang-tulang itu di peti mati anak saya, lalu menguburkannya dengan penuh cinta. Kesempatan itu telah direnggut dari saya.” Continue reading “Naskah Panjang yang Tiba-tiba Jatuh ke Pangkuan”

PENGARANG PEREMPUAN INDONESIA (2)

: Keberadaan Cerpenis dalam Sistem Pengarang
Djoko Saryono *

Berdasarkan genre (bentuk) sastra yang pada zaman sekarang umumnya dipilah atau diklasifikasikan menjadi genre puisi, fiksi dan lakon drama (sastra dramatik), maka pengarang sastra pun dapat dipilah atau diklasifikasikan men-jadi pengarang puisi (atau penyair), pengarang fiksi dan pengarang lakon dra-ma (sastra dramatik). Pengarang puisi atau penyair adalah orang yang menulis puisi atau berprofesi sebagai penulis puisi; pengarang fiksi adalah orang yang menulis fiksi atau berprofesi sebagai penulis fiksi; dan pengarang lakon drama adalah orang yang menulis lakon drama atau berprofesi sebagai penulis lakon drama. Continue reading “PENGARANG PEREMPUAN INDONESIA (2)”

PENGARANG PEREMPUAN INDONESIA (1)

Djoko Saryono *

Embrio sastra Indonesia sudah tampak jelas pada paruh kedua Abad XIX. Bisa dikatakan bahwa pada akhir Abad XIX sudah publikasi karya sastra berupa cerpen, roman [novel], dan puisi yang bercitra dan bersemangat Indonesia atau minimal bisa diidentifikasi telah membayangkan keindonesiaan. Sebagai contoh, semenjak 1870-an sudah dipublikasikan cerpen Indonesia di beberapa media massa sebagaimana dapat diperiksa dalam buku Nona Koelit Koetjing: Antologi Cerita Pendek Periode Awal [1870-an–1910-an] yang dihimpun dan diterbitkan oleh Pusat Bahasa (2005). Continue reading “PENGARANG PEREMPUAN INDONESIA (1)”

Bahasa »