Posted by PuJa on November 14, 2009
Satmoko Budi Santoso* http://www.jawapos.co.id/ PAMERAN tunggal seni rupa bertajuk (C)artography karya Julnaidi M.S. di Emmitan CA Gallery Surabaya pada 11-25 Oktober 2009 dengan segera sangat mengesankan bahwa Julnaidi berusaha merefleksikan ingatan kolektif atas kampung halamannya, yakni Sumatera Barat. Memang pameran ini tak berhubungan dengan peristiwa gempa bumi di wilayah itu baru-baru ini. Semua lukisannya dipersiapkan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 19, 2009
Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ DALAM rentang waktu mulai tahun 2000-an, kesusastraan Indonesia yang diharapkan mampu “tinggal landas” berkaitan dengan momentum pasar bebas, rasanya kurang begitu menunjukkan hasil. Dalam konteks ini adalah kesusastraan Indonesia yang mampu unjuk sampai ke level internasional. Oleh karena itu, eksistensi sastra Indonesia memang masih harus belajar keras agar mampu menembus ke [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 17, 2009
Antara Kompleksitas Estetika dan Wilayah Sosialisasi Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ CERITA pendek (cerpen) Indonesia bersama eksistensi kritikusnya ternyata bisa menggelembung sebagai wacana yang bernilai gunjingan di warung-warung kopi atau melalui SMS. Namun, pastilah bisa juga diperdebatkan, sebagai konsekuensi penelaahan, setidaknya terepresentasi dalam tajuk Kongres Cerpen Indonesia III, 11-13 Juli 2003 yang silam, di Taman Budaya [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on June 10, 2009
Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ WACANA desentralisasi komunitas sastra kembali menggemuruh pada awal tahun ini. Marwanto, Ketua Komunitas Lumbung Aksara Kulonprogo Yogyakarta membebernya dalam esei yang berjudul Temu Sastra Tiga Kota (Harian Kedaulatan Rakyat, 13 Januari 2008) lalu. Sayang, cuatan pikiran Marwanto hanya sebatas paparan pemetaan sastrawan yang ada di tiga kota, yakni Yogya, Kulonprogo, dan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on June 7, 2009
Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ jalan-jalan pergi ke kalimantan dapat uang satu juta mbak ambar memakai intan mas gopel jatuh cinta lebih baik minum jamu daripada minum fanta lebih baik mencari ilmu daripada mencari cinta
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 24, 2009
Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ CERPEN Indonesia telah meruntuhkan “sakralitasnya”, anjlok dari menara gading yang dibangunnya beberapa warsa silam: cerpen hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berada di seputaran kerja kreatif kesusastraan itu sendiri. Tentu, asumsi ini sangat bisa dibuktikan, karena dalam era kekinian, cerpen Indonesia telah merasionalisasi dirinya sendiri, masuk ke segala segmen, semua kelas [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 12, 2009
Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ JAUH-jauh dari Perancis, pakar strukturalisme bahasa seperti Lucien Goldman sudah memperingatkan perihal pentingnya hubungan sastra dan masyarakat sebagai hubungan simbiose mutualisma: karya sastra merupakan abstraksi persoalan masyarakat, dan masyarakat membutuhkannya karena bernilai reflektif, juga mengemban perspektif solusi.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ DALAM telaah sosiologi kesusastraan, Lucien Goldman menengarai perihal hubungan sastra dan masyarakat sebagai interaksi oposisi biner: berseberangan tetapi tak saling menolak. Masyarakat merespons sastra dan sastra merupakan abstraksi peristiwa kemasyarakatan. Persepsi semacam ini berjalan sebagai bagian interaksi logis antara sastra dan publik pembacanya. Meski saat ini bolehlah dikatakan bahwa karya sastra [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 9, 2009
Satmoko Budi Santoso http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/ FENOMENA dunia perbukuan di Indonesia dikejutkan oleh booming kategori cerita chicklit dan teenlit. Setidaknya, dalam sekian tahun terakhir fenomena chicklit dan teenlit itu benar-benar menawarkan kesegaran baru dalam kaitannya dengan varian keberjamakan tema dan standarisasi buku-buku cerita. Ditilik dari pengertian substansial yang mengarah pada aspek linguistik, chicklit terpahami sebagai sebuah karya [...]
Filed under: Esai