Demokratisasi dan Problem Kompleks Kuratorial

Satmoko Budi Santoso

EKSISTENSI kurator dalam khazanah dunia seni rupa kini dipertanyakan. Hal itu mencuat dalam diskusi yang tergolong fenomenal pada pertengahan bulan Mei 2008 lalu di Bentara Budaya Yogyakarta. Diskusi yang diprakarsai Makna sebagai media yang mengkhususkan diri mengulas persoalan seni rupa tersebut mengambil tema “Kurator di Mata Perupa”. Bagi saya yang sama sekali tidak berkecimpung di dalam praktek ilmu seni rupa kecuali hanya mengikuti perkembangan wacana dan menikmati karya-karya seni rupa yang saat ini sedang booming, momen diskusi tersebut sangatlah mengejutkan. Secara tegas forum tersebut mempertanyakan peran signifikan dalam proses kuratorial: apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh para kurator dan output-nya seberapa jauh?
Continue reading “Demokratisasi dan Problem Kompleks Kuratorial”