DUSTA

Saut Situmorang
http://sautsitumorang.wordpress.com/

Sinisme historis dalam melihat kondisi ?sastra Indonesia? kontemporer sudah memenuhi kepala saya selama bertahun-tahun waktu saya membaca artikel berjudul aforistis ?Karya Bagus, Argumentasi Lemah? oleh Chavchay Syaifullah di Media Indonesia, Minggu 8 Oktober 2006, tentang ?kegagapan forum? orang-orang Teater Utan Kayu di arena sastra ?internasional? berbahasa Inggris seperti Ubud Writers and Readers Festival. Waktu itu saya berada dalam kereta api pagi yang membawa saya pulang ke Jogja setelah diundang Dewan Kesenian Jakarta baca-puisi pada acara Tadarus Puisi di Taman Ismail Marzuki (TIM). Continue reading “DUSTA”

SINEMA “INDONESIA”

Saut Situmorang
http://sautsitumorang.multiply.com/

Apakah membuat ?film? itu gampang? Di Jakarta jawaban pertanyaan serius ini kayaknya gampang. Setelah membuat novel itu gampang, membuat cerpen itu gampang, membuat puisi itu gampang, membuat biennale (seni rupa dan sastra) itu gampang, bahkan membuat hadiah seni juga gampang, maka sekarang tren terbaru keluaran Jakarta adalah ?Membuat film itu gampang?. Makanya, setelah booming sastra, setelah booming seni rupa, sekarang adalah era booming film Indonesia. Bangkitnya kembali (per)film(an) Indonesia, seru para pundit-nya di Jakarta. Istilah kerennya mungkin ?The Renaissance of Indonesian Cinema?. Indikator dari fenomena musim semi (per)film(an) Indonesia ini, ternyata, cuma satu hal: film Indonesia sudah diputar kembali di bioskop-bioskop Indonesia! Continue reading “SINEMA “INDONESIA””

PERTUKARAN PENDAPAT ANTARA GOENAWAN MOHAMAD DAN PRAM

http://www.facebook.com/note.php?note_id=67181919697
NB: betapa superfisialnya retorika Neo Pujangga Baruisme Goenawan Mohamad dibanding bahasa otobiografis Pramoedya Ananta Toer! Kita bisa gampang menilai siapa yang cuma berbasa basi dalam pertukaran pendapat di bawah!!!
-saut situmorang
==============

Surat Terbuka buat Pramoedya Ananta Toer
TEMPO, Edisi 000409-005/Hal. 96 Rubrik Kolom Continue reading “PERTUKARAN PENDAPAT ANTARA GOENAWAN MOHAMAD DAN PRAM”

Sajak-Sajak Saut Situmorang

SAJAK MIMPI (buat Wiji Thukul)

Indonesia adalah sebuah negeri tropis, terdiri dari ribuan pulau besar kecil, dikelilingi laut berair biru berombak putih di pantai, penuh ikan macam macam, negeri tropis punya hutan rimba tropis, penuh makhluk hidup macam macam, bergunung gunung tinggi, gunung berapi dan yang tak berapi, punya danau danau biru besar kecil, penuh ikan macam macam, punya sungai sungai besar kecil panjang pendek, berair tidak hitam tidak kuning kotor, penuh ikan macam macam, punya cuma dua musim tidak satu tidak tiga tidak juga empat, cuma dua musim satu tahun, enam bulan turun hujan dan enam bulan turun bukan hujan, punya satu matahari tropis, matahari bulat besar panas merah tidak gepeng tidak biru tidak dingin tidak beku, matahari yang ingat waktu, Continue reading “Sajak-Sajak Saut Situmorang”

Politik Kanonisasi Sastra dalam Sastra Indonesia

Saut Situmorang

Dalam sebuah tulisan di Media Indonesia Minggu beberapa waktu yang lalu yang, konon, dimaksudkannya sebagai “tanggapan” atas esei saya tentang relasi antara karya sastra dan politik ekstra-literer sastra, seorang Hudan Hidayat membuat sebuah klaim bahwa sebenarnya tidak ada hubungan pengaruh-mempengaruhi antara “keberhasilan” sebuah karya sastra dengan faktor-faktor ekstra-literer di luar teks karya dimaksud. Continue reading “Politik Kanonisasi Sastra dalam Sastra Indonesia”