aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini (Pablo Neruda)

@diterjemahkan Saut Situmorang

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.

misalnya, menulis: ?malam penuh bintang,
dan bintang bintang itu, biru, menggigil di kejauhan.?

angin malam berkelit di langit sambil bernyanyi.

aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
aku pernah mencintainya, dan kadang-kadang dia pernah mencintaiku juga. Baca selengkapnya “aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini (Pablo Neruda)”

Globalitas dan Lokalitas Dalam “Membayangkan Indonesia”:

Sebuah Kritik Pascakolonial
Saut Situmorang

Adalah studi terkenal dari Indonesianis asal Universitas Cornell, Amerika Serikat, Ben(edict) Anderson tentang nasionalisme yang membuat kita sadar bahwa konsep “nasionalisme” bukanlah lahir begitu saja dari langit biru di atas kepala, tapi merupakan sebuah realitas yang diciptakan oleh imajinasi di dalam kepala – sesuatu yang dibayangkan, sebuah konstruk kultural. Baca selengkapnya “Globalitas dan Lokalitas Dalam “Membayangkan Indonesia”:”

Surat Untuk Tuhan

Penulis: Gregorio Lopez y’ Fuentes
Penerjemah: Saut Situmorang
dari READER?S DIGEST GREAT SHORT STORIES OF THE WORLD
http://reinvandiritto.blogspot.com/

Rumah itu ? satu-satunya di lembah itu ? terletak di puncak sebuah bukit yang rendah. Dari situ nampak sungai dan, setelah tempat kandang binatang, nampak ladang jagung yang sudah matang diselang-selingi bunga-bunga kacang yang menjanjikan musim panen yang baik. Baca selengkapnya “Surat Untuk Tuhan”

Sastra yang Tidur dalam Kulkas

Saut Situmorang*
http://www.sinarharapan.co.id/

?Aku tidur di depan sebuah kulkas. Suaranya berdengung seperti kaus kakiku di siang hari yang terik. Di dalam kulkas itu ada sebuah negara yang sibuk dengan jas, dasi, dan mengurus makanan anjing. Sejak ia berdusta, aku tak pernah memikirkannya lagi.? Demikianlah bunyi empat baris pertama sajak Afrizal Malna yang berjudul ?Persahabatan Dengan Seekor Anjing? yang muncul dalam kolom yang sama dengan esai Suryadi berjudul ?Dobrak Kultus, Menjadikan ?Merek Dagang??(Media, 02/02/03). Kalau sajak Afrizal yang prose-poem itu tidak malu-malu bicara soal ?isu lama untuk pusat baru?, yaitu persoalan ?apakah sastra harus dengan teguh mengemban komitmen sosialnya atau, sebaliknya, Baca selengkapnya “Sastra yang Tidur dalam Kulkas”

Kritik Sastra -Menjawab Saut Situmorang

Hudan Hidayat
hudanhidayat.multiply.com

majelis yang terhormat, izinkan saya menurunkan tulisan ini tanpa diedit lagi, sebagai cermin dari selang seling kehidupan itu sendiri: kadang benar dan kadang salah. sebagaimana tercermin dengan kuat di dalam spirit tulisan ini. perkenankan pula saya meminta pengertiannya, terhadap mereka yang bergerak di ranah akademik, kalau bahasa dan pemikiran di dalam tulisan ini sudah berjungkir sedemikian rupa. ini pun untuk menunjukkan bahwa hidup tidak sempurna, dan berjungkir pula di antar selang seling fiksi dan fakta. Baca selengkapnya “Kritik Sastra -Menjawab Saut Situmorang”

Politik Sayembara Sastra

Saut Situmorang*
http://www2.kompas.com/

DALAM kolom Kehidupan bertajuk “Bayang-bayang Perempuan Pengarang” (Kompas, Minggu 7 Maret 2004) tentang fenomena makin banyaknya pengarang fiksi berjenis kelamin perempuan bermunculan di Indonesia akhir-akhir ini, terutama dalam konteks Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2003 yang tiga pemenang utamanya adalah pengarang perempuan, terdapat kutipan pernyataan dari Sapardi Djoko Damono berikut ini: “Masa depan novel Indonesia ada di tangan perempuan, karena lelaki lebih bodoh dan malas membaca.” Baca selengkapnya “Politik Sayembara Sastra”

PENOLAKAN SAUT SITUMORANG ATAS KHATULISTIWA LITERARY AWARD

During times of universal deceit,
telling the truth becomes a revolutionary act

-George Orwell

Menanggapi beredarnya Long-list Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2008 yang memasukkan buku saya “otobiografi” ([sic] Yogyakarta, November 2007) sebagai salah satu 10 besar kategori Puisi, dengan ini saya nyatakan menolak pengikutsertaan buku saya tersebut. Adapun alasan saya adalah sebagai berikut : Baca selengkapnya “PENOLAKAN SAUT SITUMORANG ATAS KHATULISTIWA LITERARY AWARD”