Saut Situmorang: Ngotobiografi Lewat Puisi? (2)

Wawan Eko Yulianto *

Pertama adalah sajak-sajak di bawah sub judul “cinta”. Ya, sebenarnya pada bagian ini sajak-sajaknya bukan cuman saja cinta. Mungkin, kalau boleh dikasih sub judul yang lebih merangkul, saya akan menyarankan “otobiografi” karena dari penandaan tingkat sekian kita akan menemukan cukup banyak informasi tentang kedirian si penyair (hehehe… tapi what’s in a subtitle? yang penting bagian itu berisi sajak-sajak yang lahir dari luapan kata hati nan murni yang tanpa kepentingan politik apapun, tak ingin mengungkapkan protes, tak ingin mencari duit, hanya kata hati … dan kebayakan dilandasi cinta, weissss…). Continue reading “Saut Situmorang: Ngotobiografi Lewat Puisi? (2)”

Memberhalakan ‘Kebebasan’ ala ‘Memo Indonesia’

Saut Situmorang *
Media Indonesia, 5 Agus 2007

LARUT malam di bawah banner depan Taman Ismail Marzuki (TIM). Saya yang hendak pergi ke Serang, Banten, menghadiri pertemuan komunitas sastra se-Indonesia, dipanggil Hudan Hidayat untuk gabung ngebir bersamanya. Waktu saya menemui Hudan, ternyata sudah ada beberapa orang, seperti Djenar Mahesa Ayu dan Richard Oh. Mereka baru saja mengikuti acara Pekan Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Continue reading “Memberhalakan ‘Kebebasan’ ala ‘Memo Indonesia’”

Karaoke Setan

Saut Situmorang

nyanyian setan berkumandang bergema di seluruh negeri dan zombie zombie berwajah topeng bayi baru lahir menari berpesta di bawah bulan warna api, bau daging segar manusia terbakar bercampur gas busuk darah dan airmata bagai kafan kabut tebal beracun menyesakkan udara panas dan mampuslah pohonan burung burung serangga warna warni dan cacing tanah, Continue reading “Karaoke Setan”

IN BED WITH AYU UTAMI

Saut Situmorang
boemipoetra.wordpress.com

Ada 10 + 1 cara untuk membawa Ayu Utami, Si Parasit Lajang, ke tempat tidur: (1) jangan janjikan perkawinan, karena (2) itu tidak dirasakan perlu, karena (3) dia memang tidak peduli soal itu, walau (4) sebenarnya sih dia juga amat peduli, cuma soalnya perkawinan itu kan sebuah konstruk sosial, sebuah idealisasi, sebuah mitos yang disejajarkan dengan kelahiran dan kematian, yang melanggengkan dominasi laki-laki atas perempuan, terutama perkawinan antara satu laki-laki dengan beberapa perempuan atau poligami. Continue reading “IN BED WITH AYU UTAMI”

Bahasa »