Amir Hamzah: Pahlawan Romantis Tragis

Petrik Matanasi *
http://www.kompasiana.com/maspet

Biarlah daku tinggal disini. Sentosa diriku disunyi sepi.
Tiada berharap tiada meminta. Jauh dunia disisi dewa.

Puisi itulah yang terukir pada nisan orang terkenal bernama Amir Hamzah. Serorang pujangga yang namanya terus disebut dalam sejarah, khususnya sejarah sastra di Indonesia. Pujangga Amir Hamzah telah memberikan sumbangan besarnya dalam dunia sastra Indonesia. Baca selengkapnya “Amir Hamzah: Pahlawan Romantis Tragis”

SASTRA ACEH: SEBUAH PERJALANAN PANJANG

DARI HAMZAH FANSURI SAMPAI GENERASI TERKINI *
Maman S. Mahayana **
mahayana-mahadewa.com

Membicarakan perjalanan sastra Aceh dengan rentang waktu yang begitu panjang (dari Hamzah Fansuri sampai Generasi Terkini) adalah tugas mahaberat yang keseluruhan perjalanannya mustahil dapat diungkapkan dalam beberapa halaman saja. Oleh karena itu, pembicaraan ini sesungguhnya sekadar gambaran umum, bagaimana sastra Aceh bergulir, menggelinding dan kemudian menjadi salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari lanskap kesusastraan Indonesia. Baca selengkapnya “SASTRA ACEH: SEBUAH PERJALANAN PANJANG”

HIKAYAT KERIS GANDRING DAN TERBUNUHNYA TUNGGUL AMETUNG

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=467

Malam suram, tiada hadir secerca bintang pun wajah molek bulan. Ken Angrok dengan tubuh kesatria menunggangi kuda hitam, menembus alam tanpa bayangan. Menderu terjang tiada keraguan, seringkikan binatang. Menakut-nakuti kawanan srigala yang biasa bertengger di bukit kapur tua.

Hanya dedaun buta saksi geraknya. Dan angin dingin senafasan tersengal nafsu Angrok. Lewat sentakan kencang, menghabiskan malam panggang tanpa percakapan di tengah perjalanan. Bathin menggerutu nalarnya mendidih. Menguap sekabut pegunungan merapi yang mengepul seasap tobong terbakar. Baca selengkapnya “HIKAYAT KERIS GANDRING DAN TERBUNUHNYA TUNGGUL AMETUNG”

SEJARAH SASTRA

Kanonisasi dan yang Terlupakan
Sudarmoko*
http://cetak.kompas.com/

Sejarah sastra Indonesia, seperti halnya sejarah sosial lainnya, masih belum memperlihatkan kondisi yang sebenarnya. Bangunan sejarah sastra Indonesia rumpang di sejumlah bagian. Ini diakibatkan oleh studi sastra yang berpedoman pada kanonisasi dan kategorisasi sastra, pengukuhan periodeisasi yang telah ditulis sebelumnya, di samping juga karena keterbatasan sumber data dan kritikus yang ada. Baca selengkapnya “SEJARAH SASTRA”

Peta, Sejarah Sastra dan Roman Pergaoelan

Sudarmoko*
http://www.padangekspres.co.id/

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah surat elektronik dari Pak Umar Junus. Beliau menanyakan sesuatu yang tidak saya duga, meski saya telah memikirkannya sebelumnya, namun tidak sampai pada alasan yang ditanyakan. Kenapa saya memilih untuk menggunakan sebuah peta dalam buku saya, Roman Pergaoelan (Insist Press, Juli 2008), yang diambil dari sumber Belanda, dengan keterangan dalam bahasa Inggris dan Belanda. Baca selengkapnya “Peta, Sejarah Sastra dan Roman Pergaoelan”

SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG?

Abdul Hadi W. M.
http://www.icas-indonesia.org/

Jawa Timur adalah propinsi tempat kediaman asal dua suku bangsa besar, yaitu Jawa dan Madura, dengan tiga sub-etnik yang memisahkan diri dari rumpun besarnya seperti Tengger di Probolinggo, Osing di Banyuwangi dan Samin di Ngawi. Dalam sejarahnya kedua suku bangsa tersebut telah labih sepuluh abad mengembangkan tradisi tulis dalam berkomunikasi dan mengungkapkan pengalaman estetik mereka. Baca selengkapnya “SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG?”