Meneropong Perpuisian Indonesia

(Dengan Kaca Pembesar)

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

?Tidak ada lagi penyair, kecuali yang ikut dalam event ini,? ungkap seorang penyair di tengah sebuah ajang biennale sastra internasional di Indonesia, beberapa tahun silam. Ungkapan yang mengagetkan di tengah ingar-bingar pesta sastra, khususnya puisi. Benarkah, setiap ajang lantas mencetak penyair dan menggagalkan proses kreatif plus karya penyair lainnya yang tidak ikut. Alias penyair yang berada di daerah, alias pinggiran, kemudian tak pantas terdaftar di dalam sejarah itu? Continue reading “Meneropong Perpuisian Indonesia”

Catatan JilFest 2008; Sastra dan Penghargaan Nobel

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Karya Pram, dalam kenyataan, adalah satu-satunya karya yang paling dikenal di luar negeri. Namun, sastrawan Putu Wijaya menyebutkan banyak faktor yang memengaruhi populernya sebuah karya. Pelarangan karya-karya Pramoedya Ananta Toer (Pram), tak bisa dielakkan, dapat juga menjadi promosi yang hebat sekali atas karyanya. “Minat membaca terhadap yang dilarang justru semakin besar ketimbang ketika karya itu tak dilarang,” ujar Putu sambil mengatakan bahwa dia justru bangga terhadap karya mendiang, sekaligus mengakui kualitasnya. Continue reading “Catatan JilFest 2008; Sastra dan Penghargaan Nobel”

Gerakan “Komunitas Sastra” Harus Diimbangi Konsep dan Wacana

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

“Mana mungkin mengenang Chairil Anwar di tempat yang ber-AC, jauh dari kenyataan seorang Chairil sendiri. Chairil berada di gelanggang, itu juga yang menjadi latar dari Surat Kepercayaan Gelanggang,” ujar seorang penyair Irman Syah, si pembaca puisi dan peniup saluang yang kerap mangkal di Komunitas Planet Senen (KoPS), di pertengahan tahun 2008 ini. Continue reading “Gerakan “Komunitas Sastra” Harus Diimbangi Konsep dan Wacana”

Dicari: Pengamat Sastra yang “Banal”!

Menelaah Sastra Kontemporer Kita

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Siapakah pengamat yang menggali nama pengarang di luar kubu Humanisme Universal, di luar nama Goenawan Mohammad, Taufiq Ismail, Wiratmo Soekito, Gerson Poyk atau HB Jassin “termasuk Chairil Anwar” Siapakah yang menggali kekuatan sastra, tentu selain nama Pramoedya Ananta Toer, Agam Wispi atau Utuy Tatang Sontani di kubu Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra)? Sudah banyak! Continue reading “Dicari: Pengamat Sastra yang “Banal”!”

Pertemuan Sastrawan Internasional di Kota Tua

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Jakarta – Jakarta International Literary Festival (JILFest) 2008 yang digelar di The Batavia Hotel dan Kawasan Kota Tua Jakarta (11-14/12) akan diikuti 100 peserta yang terdiri dari sastrawan seluruh Indonesia dengan pembicara para sastrawan Indonesia, termasuk sastrawan dan pengamat sastra mancanegara. Continue reading “Pertemuan Sastrawan Internasional di Kota Tua”

Bahasa ยป