Catatan Temu Sastra MPU V Siasat Sastra di Pusar Arus Global

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Sejalan dengan Maria Vargas Llosa, penulis kelahiran Peru yang menggondol Hadiah Nobel Sastra 2010, bagaimanapun, sastrawan membutuhkan kiat khusus untuk karyanya di tengah arus global.

Eksplorasi mulai dari tema adat istiadat, fenomena “keluarga” hingga teknik bercerita yang unik, sangat dibutuhkan. Selain itu, kendati sudah merancang teknik canggih, dari berbahasa, struktur hingga alur sekali pun, karya sastra tetap membutuhkan energi sosio-politik lokal. Continue reading “Catatan Temu Sastra MPU V Siasat Sastra di Pusar Arus Global”

Menggali Mutiara di Antara Politik Estetika

Sastra Indonesia 2007

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Di tengah politik perkubuan sastra, baik yang menyentuh persoalan intrinsik maupun ekstrinsik dari teks sastra atau bahkan mengarah pada kelompok atau sastrawan tertentu, kegemilangan sebuah karya akan terlihat dengan sendirinya.

Lonceng sastra terus digemakan oleh kumpulan puisi, kumpulan cerpen dan novel atau bahkan sebuah esai di lembaran kertas di media cetak maupun bentangan flat dari monitor CPU lewat sebuah situs maupun milis. Continue reading “Menggali Mutiara di Antara Politik Estetika”

Lelaki yang Menjadi Minyak

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Dolok Mardongan. Seribu pejantan tak akan pernah mampu mengawini dia sampai kapan pun. Karena dia juga pejantan.

Dolok Mardongan, lelaki yang bisa mengisap puting seorang perempuan, bisa menyetubuhinya, atau menciptakan kata-kata yang memabukkan agar tubuh pualam para perempuan memperlihatkan kemilau rahasia di balik lipatan dada dan selangkangan. Continue reading “Lelaki yang Menjadi Minyak”

Seratus Puisi untuk Seratus Tahun Budi Utomo

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Tumpah darah nusa India/Dalam hatiku selalu mulia/
Dijunjung tinggi atas kepala/Semenjak diri lahir ke bumi/
Sampai bercerai badan dan nyawa/
Karena kita sedarah sebangsa Bertanah air di Indonesia

Inilah “Indonesia Tumpah Darahku” karya Muhammad Yamin (1903-1962) yang tergabung dalam Antologi Seratus Puisi Bangkitlah Raga Negeriku! Bangkitlah Jiwa Bangsaku! yang diluncurkan di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta Selatan (20/5). Continue reading “Seratus Puisi untuk Seratus Tahun Budi Utomo”

Berdirinya TIM, Keinginan Bang Ali Mewadahi Kreativitas Seniman

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Tanggal 10 November, 33 tahun lalu, di sebuah tempat seluas kurang lebih 8 hektare, dulu masih bernama Jalan Raden Saleh dan kemudian dijadikan kebun Binatang Cikini (sebelum pindah ke Ragunan) akhirnya menjadi sejarah sebuah gedung pusat kesenian. Inilah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Pasalnya, tempat nongkrongnya seniman di Pasar Senen atau Balai Budaya tak bisa dipakai lagi, karena perpecahan ideologi politik. Sejak itu, seniman pun kehilangan tempat ?pertemuan?. Continue reading “Berdirinya TIM, Keinginan Bang Ali Mewadahi Kreativitas Seniman”

Bahasa ยป