Peluncuran Buku “Menoleh Silam Melirik Esok”

Dari Buku ke Perdebatan Lekra-Manikebu
Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Jakarta-Pertemuan itu sebenarnya bukan pertemuan yang pertama kali sehingga tidak lagi menjadi pertemuan luar biasa.

Mereka, para pembicara, berbeda latar belakang. Seorang di antaranya adalah sastrawan yang aktif di Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat, ikatan seniman yang berideologi realisme sosialis) dan kini tinggal di Prancis, JJ Kusni. Continue reading “Peluncuran Buku “Menoleh Silam Melirik Esok””

Geliat “Kritis” Cerpenis Malaysia

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Aku saksikan wajahnya yang dipajang berbagai koran, biasanya di halaman sosial; atau aku melihat sekilas mobil suaminya yang diparkir di luar salah satu hotel -mobil dengan pelat bernomor satu digit (orang kaya jadah) yang mudah diingat. Namun, aku tak pernah bertemu Alissa?

Barisan kalimat di atas adalah bagian dari salah satu cerpen “Yang Terkasih”, dari antologi cerpen berjudul Pahlawan dan Cerita Lainnya karya Karim Raslan, sastrawan Malaysia yang melaunching bukunya di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Jakarta (4/9). Continue reading “Geliat “Kritis” Cerpenis Malaysia”

Misteri Jiwa Tokoh pada Kumpulan Cerpen “Bila Bintang Terpetik”

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Banyak tema yang bisa digali seorang penulis. Maka, seorang penulis sastra pun pasti sengaja atau tak sengaja akan memilih pendekatan tertentu, untuk diapreasiasi, ditanggapi oleh pembaca, penikmat ataupun apresiator.

Akidah Gauzillah, dalam kumpulan cerpen Bila Bintang Terpetik (penerbit Beranda, Mizan Grup), terasa lebih memunculkan sudut internal di dalam karya-karyanya. Artinya, dalam cerpennya itu, dia memilih sisi dari tokoh untuk melihat ke dunia luar. Continue reading “Misteri Jiwa Tokoh pada Kumpulan Cerpen “Bila Bintang Terpetik””

Pementasan Teater Fataria: “Anjingisme” dalam Realitas Sosial Kita…

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

“Kenapa anjing jadi idiom dalam pementasan ini? Karena inilah satir terhadap perilaku sosial, oknum masyarakat.” ujar Dody Yan Masfa, sutradara Teater Fataria dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan, Madura.

Anjing-anjing yang memperkosa seorang ibu dapat ditanggapi sebagai kenyataan sehari-hari tentang perilaku pemerkosa yang marak di Ibu Kota. Namun, anjing-anjing ini pun bisa dipandang sebagai simbol perilaku masyarakat yang saling memangsa secara ekonomi, sosial dan politik belakangan ini. Continue reading “Pementasan Teater Fataria: “Anjingisme” dalam Realitas Sosial Kita…”

Bahasa ยป