Wajah Karat Peradaban

Sjifa Amori
Jurnal Nasional, 3 Mei 2009

Sengaja dijadikan berwajah sampah, besi-besi dalam deFACEment merupakan pengingat bagi manusia.

Keasrian Gedung Arsip Nasional makin lengkap dengan adanya 54 karya instalasi besi berkarat dalam pameran deFACEment yang berlangsung hingga 29 April. Dua hal yang kedengaran kontras (karat dan keasrian) ternyata bisa menciptakan harmoni dan menyempurnakan keadaan. Patung-patung besi berkarat Teguh Ostenrik menghiasi berbagai sudut dan bagian tengah ruangan serta halaman hijau di belakang Gedung Arsip Nasional. Continue reading “Wajah Karat Peradaban”

Mengabadikan yang Tak Ada di Jawa

Sjifa Amori
http://www.jurnalnasional.com/

Keseniannya terpelihara kalau ada pengakuan. Tapi yang utama adalah eksistensi daerah terlebih dulu.

Karena perjalanan sejarah yang panjang, Madura sudah terlanjur tidak dilihat sebagai entitas yang berdiri sendiri. Dilihat hanya sebagai distrik kecil dari suatu daerah di Jawa yang jadi pusat pemerintahan. Padahal, seperti yang dikemukakan sastrawan Jamal D Rahman, Madura adalah sebuah pulau sendiri yang memiliki selatnya sendiri, kebudayaan sendiri, bahasa sendiri, dan keseniannya sendiri. Continue reading “Mengabadikan yang Tak Ada di Jawa”

Berangkat dari Kekuatan Spiritualisme

Sjifa Amori
http://www.jurnalnasional.com/

Mulai Jumat (12/2) lalu di Galeri Cipta 2 Taman Ismail Marzuki, Jakarta dihelat pameran lukisan bertajuk Truth Compassion Tolerance yang diselenggarakan Yayasan Seni Kreasi Sejati. Acara yang memamerkan sekitar 30 karya lukis ini bisa dibilang lebih mengutamakan tema ketimbang wacana dalam konteks seni rupanya sendiri. Lukisan karya Kathleen Gillis, Li Yuan, Chen Xiaoping, Dong Xiqiang, Wang Weixing, Shen Daci, dan Yao Chongqi, yang didisplay memvisualisasikan penganiayaan sistematis terhadap para pengikut Falun Gong (atau Falun Dafa) oleh rezim komunis China. Continue reading “Berangkat dari Kekuatan Spiritualisme”

Pendekatan Sastrawi Komik

Sjifa Amori
http://www.jurnalnasional.com/

Semua orang datang ke alun-alun Blitar. Tak ada yang mau ketinggalan perayaan sebelum akhir Ramadan. Di tengah lingkaran, ada delapan peti mati berisi harimau dan macan-macan kumbang kelaparan…

Orang-orang berdiri menunggu, bersenjatakan tombak-tombak khusus berbau kemenyan. Kiai membuka peti-peti itu…Ahhh…seekor macan kumbang…predator itu langsung mencari jalan keluar di antara tombak-tombak… Continue reading “Pendekatan Sastrawi Komik”

Pengemukaan Pelaku Budaya Urban

Sjifa Amori
http://www.jurnalnasional.com/

Semua orang adalah seniman. Semangat ini digaungkan sejak awal memasuki lingkup wilayah gedung Galeri Nasional Indonesia yang menjadi tempat dihelatnya Pameran Jakarta Art Movement bertajuk The Second God yang berlangsung mulai Minggu (21/2) hingga 28 Februari.

Dibuka dengan iringan musik elektronik, tampaklah sebentuk formasi tarian yang dilengkapi sorotan lampu warna warni. Continue reading “Pengemukaan Pelaku Budaya Urban”