Adakah Estetika dalam Keberpihakan Wacana?

Judul : Titian (Antologi Cerita Pendek Kerakyatan)
Pengantar : Agung Putri
Tebal : xxi + 173 halaman
Penerbit : Koekoesan
Peresensi: Sudarmoko
http://www.balipost.com/

MAMPUKAH cerpen menjadi refleksi atas peristiwa yang telah terjadi? Sejauh mana cerpen sebagai salah satu bagian dari kesusastraan mampu menyatakan keperdulian terhadap hak dan martabat sebuah bangsa? Dan mampukah sebuah cerpen di dalam keberpihakannya akan memunculkan estetika sastra? Continue reading “Adakah Estetika dalam Keberpihakan Wacana?”

SEJARAH SASTRA

Kanonisasi dan yang Terlupakan
Sudarmoko*
http://cetak.kompas.com/

Sejarah sastra Indonesia, seperti halnya sejarah sosial lainnya, masih belum memperlihatkan kondisi yang sebenarnya. Bangunan sejarah sastra Indonesia rumpang di sejumlah bagian. Ini diakibatkan oleh studi sastra yang berpedoman pada kanonisasi dan kategorisasi sastra, pengukuhan periodeisasi yang telah ditulis sebelumnya, di samping juga karena keterbatasan sumber data dan kritikus yang ada. Continue reading “SEJARAH SASTRA”

Peta, Sejarah Sastra dan Roman Pergaoelan

Sudarmoko*
http://www.padangekspres.co.id/

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah surat elektronik dari Pak Umar Junus. Beliau menanyakan sesuatu yang tidak saya duga, meski saya telah memikirkannya sebelumnya, namun tidak sampai pada alasan yang ditanyakan. Kenapa saya memilih untuk menggunakan sebuah peta dalam buku saya, Roman Pergaoelan (Insist Press, Juli 2008), yang diambil dari sumber Belanda, dengan keterangan dalam bahasa Inggris dan Belanda. Continue reading “Peta, Sejarah Sastra dan Roman Pergaoelan”

Regionalisme Sastra Indonesia

Sudarmoko
http://cetak.kompas.com/

Pembicaraan mengenai regionalisme sastra dapat ditemui secara implisit dalam sejumlah kritik sastra Indonesia. Nilai positif dari pembicaraan ini memberikan kemungkinan baru dalam melakukan kajian terhadap sastra Indonesia. Untuk beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan, baik secara tematik maupun geografis, sebenarnya tema seperti ini menjadi lokus-lokus yang dapat dirangkai menjadi kajian yang komprehensif atau setidaknya sebagian besar peluang penelitian atau penulisan kritik sastra Indonesia dapat diidentifikasi. Continue reading “Regionalisme Sastra Indonesia”