Sang ‘Mata Kiri’ yang Mengembara

Sutardji Calzoum Bachri / Wawancara
Republika, 19 Agustus 2007

Untuk membuat janji wawancara dengan Sutardji Calzoum Bachri, ternyata tak mudah. Saat pembicaraan awal Senin (13/8) lalu untuk minta kesediaannya, dia menyediakan waktu Rabu (15/8) malam, dua hari berselang. Tapi sebelum pembicaraan melalui telepon genggam itu terputus, ia mengingatkan agar menelepon kembali sebelum waktu yang sudah ditetapkan. Continue reading “Sang ‘Mata Kiri’ yang Mengembara”

Pekan Presiden Penyair: Mengapresiasi Sang Maestro

Ahmadun Yosi Herfanda
http://arsip.net/Republika

Penyair Sutardji Calzoum Bachri adalah maestro perpuisian Indonesia. Sapardi Djoko Damono menempatkannya sebagai ‘mata kiri’ — untuk menyandingkannya dengan Cahiril Anwar yang disebut sebagai ‘mata kanan’ — kesusatraan Indonesia.

Tetapi, Sutardji, dengan nada guyon pernah menyebut dirinya sebagai ‘presiden penyair Indonesia’. Dan, sebutan itu melekat hingga sekarang. “Ketika Sutardji menyebut dirinya ‘presiden penyair’ sebenarnya hanya guyon, tapi julukan itu populer hingga sekarang,” kata Rendra, suatu hari. Continue reading “Pekan Presiden Penyair: Mengapresiasi Sang Maestro”

Sajak Sutardji dalam Pilihan Dua Menteri

Sedalam-dalam sajak takkan mampu menampung air mata bangsa
Ahmadun Yosi Herfanda
infoanda.com/Republika

Baris pertama sajak Jembatan karya Sutardji Calzoum Bachri di atas mengisyaratkan duka bangsa yang begitu dalam. Di mata Presiden Penyair Indonesia itu, bangsa ini sedang sangat menderita akibat orientasi pembangunan yang justru memperlebar kesenjangan sosial, dan membuahkan krisis ekonomi yang hingga kini masih menyisakan banyak air mata. Continue reading “Sajak Sutardji dalam Pilihan Dua Menteri”

KOMEDI SATIRIS PRESIDEN PENYAIR

Maman S Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Sutardji Calzoum Bachri, Hujan Menulis Ayam, Magelang: Indonesia Tera, 2001, xiv + 94 halaman.

Presiden penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, yang jabatan kepresidenannya dilekatkan sendiri, tanpa Sidang Istimewa, memang lebih dikenal lantaran kepenyairannya yang khas, cerdas dan kadangkala nyeleneh. Gebrakannya lewat antologi O Amuk Kapak (1981) telah menempatkannya sebagai pendobrak peta puisi Indonesia tahun 1970-an. Membaca antologinya itu, orang mesti berkerut dahi, mungkin juga dengan geleng kepala. Continue reading “KOMEDI SATIRIS PRESIDEN PENYAIR”

Sutardji Calzoum Bachri: Protes Sosial Tak Dapat Perhatian

Sutardji Calzoum Bachri, Susianna (Wawancara)
http://www.suarakarya-online.com/

Dalam blantika puisi di Indonesia, nama Sutardji Calzoum Bachri patut diperhitungkan sebagai penyair profesional yang konsisten sejak remaja hingga sekarang. Pria kelahiran Rengat, Riau 24 Juni 1941, ini mulai mencuat sekitar tahun 70-an tatkala tampil membaca sajak tunggal dengan sangat sensasional sambil minum bir dan membawa kapak.

Ayah seorang putri (Mila) dari perkawinan dengan Mariam Linda ini antara lain pernah mengikuti International Poetry Reading di Rotterdam (1974) dan “IOWA Writing Program” dari IOWA University Amerika Serikat (Oktober 1974 – April 1975). Continue reading “Sutardji Calzoum Bachri: Protes Sosial Tak Dapat Perhatian”