Memberi Nilai ‘Mata Uang’ Kebudayaan

(Catatan dari Kongres Kebudayaan Indonesia 2008)

Syaiful Irba Tanpaka*
Lampung Post, 21 Des 2008

KONGRES Kebudayaan Indonesia (KKI) 2008 di Bogor yang berlangsung 10–12 Desember lalu memilih tema Kebudayaan untuk kemajuan dan perdamaian menuju kesejahteraan. Suatu tema yang dilatarbelakangi kenyataan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman suku bangsa, budaya, flora, fauna, serta kekayaan sumber daya alam. Baca selengkapnya “Memberi Nilai ‘Mata Uang’ Kebudayaan”

Idealisme dalam Berkesenian

Syaiful Irba Tanpaka *
Lampung Post, 24 Agus 2008

SPIRITUALITAS berkesenian menjadi barang langka. Sama langkanya dengan harimau sumatera. Sseniman kita lebih banyak tidur dan bermimpi.

Beberapa catatan menarik tentang dunia kesenian di Lampung saya dapatkan setelah membaca Lampung Post. Ari Pahala Hutabarat menulis kurangnya kesadaran seniman mendudukkan karya seni pada pondasi rasionalitas (Teater dan Usaha Menjadi Rasional, 27-7); Iswadi Pratama Baca selengkapnya “Idealisme dalam Berkesenian”

Mata Uang Ke-seni(rupa)-an

Syaiful Irba Tanpaka
http://www.lampungpost.com/

Pada 17 Februari lalu saya mengikuti diskusi di Taman Budaya Lampung (TBL) sekaitan dengan Pameran Lukisan Lampung Art Adventure 2011 yang memajang karya pelukis Lampung dan Jakarta, yakni Syahnagra Ismail, Salvator Yen Joenaidy, Atuk, Semut Prasidha, dan Lilis Suryati Syahputeri. Suatu pameran yang didedikasikan untuk mempertemukan antara seni, pariwisata, dan kebudayaan yang bertumpu pada potensi-potensi alam dan kearifan lokal daerah Lampung sebagaimana sambutan Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata, Sapta Nirwandar, yang tertulis dalam katalog pameran. Baca selengkapnya “Mata Uang Ke-seni(rupa)-an”