Tan Malaka dan “Brief Encounter” 1946

Rosihan Anwar *
Suara Pembaruan, 27 Feb 2008

Brief Encounter” (Perjumpaan Singkat) adalah judul film Inggris pada 1940-an yang menggambarkan kisah roman dan pertemuan sebentar antara seorang perwira Amerika dan seorang gadis Inggris di London. Brief encounter saya dengan Pahlawan Nasional Tan Malaka adalah suatu pertemuan pertama dan terakhir, terjadi di Kota Solo pada Februari 1946, tatkala didirikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Continue reading “Tan Malaka dan “Brief Encounter” 1946″

Biografi Almarhum Tan Malaka (1894-1949)

Sabam Siagian*
Suara Pembaruan, 22 Sep 2007

SEBUAH lembaga penelitian Belanda KITLV (singkatan dari Koninklijk Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde – Lembaga Kerajaan untuk Penelitian Masalah Bahasa, Geografi dan Bangsa-bangsa) yang berkantor pusat di Leiden, meluncurkan terbitan monumental. Hasil karya se- orang peneliti senior Dr Harry A Poeze di lembaga tersebut tentang kegiatan politik tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang berhaluan kiri, Tan Malaka, antara tahun 1945 sampai dengan awal 1949 itu, terbit dalam tiga jilid. Continue reading “Biografi Almarhum Tan Malaka (1894-1949)”

Tan Malaka: Sejarah Politik Orang yang Kalah

Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia
http://www.mediaindonesia.com/

TAN Malaka adalah paradoks bagi Republik Indonesia. Ia dinafikan sekaligus—diam-diam dihormati dan disegani. Sosok besar kelahiran Pandan Gadang, Sumatera Barat, 1896 itu yang bersuara lantang menghendaki kemerdekaan Indonesia 100 persen dari cengkraman kolonialisme Belanda, juga penindasan Jepang. Continue reading “Tan Malaka: Sejarah Politik Orang yang Kalah”

Tan Malaka dan Tiga Pamflet Revolusioner

Bastian Gaguk
http://www.kompasiana.com/seba

“Revolusi adalah mencipta”
–Tan Malaka, Aksi Massa (1926)

A. Biografi Tan

Tan Malaka, lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka, termasuk salah seorang tokoh bangsa Indonesia yang memiliki kisah dan semangat nasionalis yang luar biasa, tetapi juga kontroversial. Bukan itu saja, bagi banyak orang, apalagi mereka yang hanya pernah mendengar nama dan sepak terjang perjuangan politiknya dari mulut ke mulut, tokoh ini mengandung berbagai misteri sehingga menjadikannya legendaris. Continue reading “Tan Malaka dan Tiga Pamflet Revolusioner”

Tan Malaka, Sejak Agustus Itu

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

SAYA bisa bayangkan pagi hari 17 Agustus 1945 itu, di halaman sebuah rumah di Jalan Pegangsaan, Jakarta: menjelang pukul 09:00, semua yang hadir tahu, mereka akan melakukan sesuatu yang luar biasa.

Hari itu memang ada yang menerobos dan ada yang runtuh. Yang runtuh bukan sebuah kekuasaan politik; Hindia Belanda sudah tak ada, otoritas pendudukan Jepang yang menggantikannya baru saja kalah. Yang ambruk sebuah wacana. Continue reading “Tan Malaka, Sejak Agustus Itu”