BUDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA

Taufiq Ismail *

Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia, naik ke daratan, masuk ke pedalaman. Gelombang demi gelombang ini datang susun-bersusun dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika reformasi meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar pintu dan jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek dalam dua zaman itu berganti dengan kesegaran baru. Tapi tidak terlalu lama, kini digantikan angin yang semakin kencang dan arus menderu-deru. Continue reading “BUDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA”

‘Gerakan Tirani Sastra’ Taufiq Ismail

Binhad Nurrohmat *
Borneonews, 28 Okt 2007

Akademi Jakarta (AJ) menyelenggarakan diskusi bertopik seputar cakrawala penciptaan dan pemikiran pada Agustus 2007 lalu di TIM, Jakarta, yang mendatangkan pembicara antara lain Yudi Latif dan Karlina Leksono serta dihadiri anggota AJ antara lain Rendra, Nh. Dini, Rosihan Anwar, Ahmad Syafii Maarif, dan Misbach Yusa Biran. Dalam diskusi itu saya mempertanyakan dan menuntut pertanggungjawaban AJ yang menggelar acara Pidato Kebudayaan Akademi Jakarta 2006 oleh Taufiq Ismail yang berjudul “Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka” di TIM, Jakarta, Desember 2006 silam. Continue reading “‘Gerakan Tirani Sastra’ Taufiq Ismail”

Ada Racun Dalam Lirik Puisi Mutakhir Taufiq Ismail

Martin Aleida *

“HU AR Rini Endo. Saya baca di Internet undangan diskusi sastra di PDS HBJ (Jum 25/3, 15:30), judul atasnya memperingati 100 hari Asep Semboja, tapi judul berikutnya yg lebih penting “ttg pengarang2 Lekra.” Moderator Martin Aleida dg 2 pembicara. Saya terkejut. Ini keterlaluan. Kenapa PDS memberi kesempatan juga kpd ex Lekra memakai ruangannya utk propaganda ideologi bangkrut ini, yang dulu ber-tahun2 (1959-1965) memburukkan, mengejek, memaki HBJ, memecatnya sampai kehilangan sumber nafkah? Continue reading “Ada Racun Dalam Lirik Puisi Mutakhir Taufiq Ismail”

Plagiarisme Taufiq Ismail

boemipoetra.wordpress.com

Catatan: Coba perhatikan kedua sajak di bawah. Sajak pertama adalah karya penyair Amerika bernama Douglas Malloch (1877 – 1938) dan sajak kedua konon karya penyair Angkatan 66 Taufiq Ismail. Pada “sajak” Taufiq Ismail tsb memang terdapat beberapa perubahan kata tapi perubahan tsb tidak membuat sajak itu menjadi sebuah sajak “baru” apalagi menjadi karya Taufiq Ismail! Paling tidak sajak kedua di bawah lebih pantas disebut sebagai “sajak saduran”. Mengklaim “sajak saduran” tsb sebagai karya sendiri adalah sebuah penipuan dan pencurian Hak Cipta seniman aslinya! Continue reading “Plagiarisme Taufiq Ismail”

Bahasa »