Sastra Kita Antara Tragedi dan Ironi

Tjahjono Widijanto
http://www.suarakarya-online.com/

Dari awal tumbuh dan perkembangan sastra Indonesia modern tak lepas dari persoalan luka kemanusiaan dan luka bangsa .Dalam sastra kita, monumen-monumen luka manusia ini juga diikuti dengan hero-hero yang keheroikannya bisa jadi tidak sedahsyat cerita-cerita dalam sejarah ansich. Ambil contoh roman Surapati karya Abdoel Moeis, Pulang (Toha Mohtar), Surabaya, Corat-coret di Bawah Tanah (Idrus), Jalan Tak Ada Ujung (Mochtar Lubis), Keluarga Gerilya, Perburuan, Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer) dan Burung-burung Manyar karya J.B Mangun Wijaya, semua menunjukan sisi paradoksal antara hero, heroisme dan tragik. Continue reading “Sastra Kita Antara Tragedi dan Ironi”

Luka Dalam Sastra Indonesia dan Korea

Tjahjono Widijanto*
http://cetak.kompas.com/

Teks sastra bukan saja merupakan dokumen keindahan bahasa semata, melainkan juga dokumentasi sejarah yang di dalamnya penuh dengan luka. Luka manusia, juga luka sebuah bangsa. Dalam soal luka ini, peristiwa dalam sejarah ?resmi?, oleh sastra, tak dianggap sebagai realitas tunggal yang ?benar? dan valid. Sastra mengolahnya sebagai satu hal yang harus dipertanyakan kembali. Continue reading “Luka Dalam Sastra Indonesia dan Korea”

HERO DALAM SASTRA KITA

Tjahjono Widijanto*
http://www.surabayapost.co.id/

Dalam sebuah buku klasik yang berwibawa The March of Literature: From Confucius to Modern Time karya Ford Madox Fox, dapat ditemukan sebuah adigum yang mahsyur; ?the quality of literreture, in short, is the quality of humanity?, teks sastra yang berkualitas tidak saja merupakan dokumentasi sastrawi semata-mata tetapi juga merupakan dokemtasi sejarah yang di dalamnya penuh dengan luka-luka manusia. Demikian pula yang dapat dicatat dari awal tumbuh dan perkembangan sastra Indonesia modern tak lepas dari persolan luka kemanusiaan dan luka bangsa. Continue reading “HERO DALAM SASTRA KITA”

Membaca Budaya Korea lewat Sastra

Tjahjono Widijanto
http://www.jawapos.com/

Korea termasuk salah satu negara di kawasan Asia Timur yang hingga kini masih menyimpan berbagai misteri. Upaya memahami berbagai mis?teri berkaitan dengan manusia, bangsa, dan budaya Korea salah satunya da?pat dijangkau melalui upaya pe?nerje?mahan teks sastra, seperti apa yang dikatakan Puskhin bahwa pener?jemah?an karya sastra ibarat kuda beban yang membawa harta kebudayaan suatu bangsa dari satu negeri ke nege?ri lain. ”Kehadiran” karya sastra Korea di dalam lingkaran masyarakat Indonesia dibandingkan dengan kehadiran karya sastra asing lainnya masih dirasa asing. Continue reading “Membaca Budaya Korea lewat Sastra”

Yang Telanjang Dalam Sastra

Tjahjono Widijanto
http://www.suarakarya-online.com/

Kesenian (baca: kesusastraan) yang berkualitas pasti menyiratkan kebenaran dan senatiasa memperluas cakrawala pengetahuan peminatnya. Karena itu ada cerita bahwa Sigmund Freud tokoh psikoanalisa merasa berhutang hudi kepada Fydor Dostolovsky dan Herman Melvile sebab melalui novel-novel mereka Freud banyak belajar mengenal jiwa manusia. Continue reading “Yang Telanjang Dalam Sastra”