In Memoriam “Si Burung Merak” Pemberontakan Seru Sepanjang Waktu

Triyanto Triwikromo
http://suaramerdeka.com/

SEPANJANG 1989-1990 wartawan Suara Merdeka, Triyanto Triwikromo tinggal di rumah milik WS Rendra dan mengintip latihan Bengkel Teater. Setahun terakhir Rendra bekerja sama dengannya untuk menerbitkan Maestro Sastra dalam Seni Rupa dan mengajak menjadi ?pemberontak?. Berikut kisah-kisah pertemuan-pertemuan terakhir mereka sebelum Si Burung Merak wafat.

?Sungguh, kita harus menyelamatkan Mas Willy. Bagaimana pun caranya kita harus ke Singapura. Saya tak bicara sebagai istri…saya bicara sebagai orang Indonesia yang harus menjaga makna Mas Willy bagi bangsa ini,? kata Ken Zuraida, istri Rendra dalam percakapan lewat telepon, 30 Juni lalu. Continue reading “In Memoriam “Si Burung Merak” Pemberontakan Seru Sepanjang Waktu”

Sirkus Api Natasja Korolenko

Triyanto Triwikromo
http://www.jawapos.com/

AKU tak tahu mengapa Natasja Korolenko selalu menyebut rumah Virginia Grey di Jalan Denison, Bondi Junction, sebagai penjara para binatang. Setahuku tak ada satu hewan pun di dalam bangunan berarsitektur liar dalam balutan warna permen itu. Akan tetapi, sehabis berpesta Vodka semalaman denganku, perempuan Moskow yang senantiasa ingin dipanggil sebagai Pelagia Nilovna itu selalu mengigau dan bilang, setiap memasuki kamar-kamar atau toilet di rumah Virginia, kau akan mendengar harimau mengaum, ular mendesis, atau keributan seribu tikus hitam yang menjijikkan. Continue reading “Sirkus Api Natasja Korolenko”

Pramoedya Ananta Toer: Hasil Kerja Bangsa Ini…Korupsi

Pramoedya Ananta Toer, Triyanto triwikromo /Wawancara
http://www.suaramerdeka.com/

SIAPA bilang sastrawan Pramoedya Ananta Toer pikun? Jika pikun, pria kelahiran Blora, 6 Februari 1925 ini, pasti tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masa lalu. Jika pikun, pengarang tetralogi Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca ini tentu tidak mengingat sepatah pun kisah pelarangan karya-karyanya dan penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh tentara. Lalu, apa pendapat novelis yang berkali-kali dicalonkan sebagai penerima nobel kesusastraan ini? Berikut petikan perbincangan dengan dia di rumah asrinya, Jalan Warung Ulan, Bojong, Jawa Barat, belum lama ini. Continue reading “Pramoedya Ananta Toer: Hasil Kerja Bangsa Ini…Korupsi”

Puisi Itu Pukulan Bersarung Tinju Beludru

Dorothea Rosa Herliany, Triyanto Triwikromo
suaramerdeka.com

JAWA Tengah wajib bangga memiliki penyair Dorothea Rosa Herliany. Sebab, selain buku puisinya, Santa Rosa, memenangi Khatulistiwa Literary Award 2005-2006, jauh sebelumnya kumpulan puisinya yang lain, Kill the Radio, masuk sebagai lima besar penghargaan paling bergengsi dalam dunia kesusastraan di Indonesia itu pada 2001. Setelah itu, pada 2003 Pusat Bahasa juga memilih dia sebagai pengarang terbaik 2003. Bahkan akhir 2004 Dorothea menerima “anugerah seni” dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Continue reading “Puisi Itu Pukulan Bersarung Tinju Beludru”

Bahasa ยป