Revolusi Diana, Revolusi Indonesia

Triyanto Triwikromo
http://suaramerdeka.com/

Kuharap kau tidak akan cemburu melihat hidupku
Hidupku bebas selalu kawanku tiada yang memburu ooo..
Di Nusantara yang indah rumahku, kamu harus tahu
Tanah permata tak kenal kecewa di Katulistiwa

YOK Koeswoyo – salah satu personel Koes Plus yang tampak kian sepuh- menyanyikan lagu ?Nusantara? itu dalam nada yang menggetarkan, Selasa (6/7), di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Ia tidak sendiri. Ditemani para pendukung drama musikal Diana, Rahasia Hatiku, Yok mengajak para penonton melantunkan tembang lawas yang mengusung tema ?cinta Tanah Air? itu dengan semangat yang meluap-luap. Continue reading “Revolusi Diana, Revolusi Indonesia”

Bangkit dari Bencana Bersama Kebudayaan

Triyanto Triwikromo
suaramerdeka.com

Bencana -sepanjang 2006- agaknya menjadi hantu yang menebarkan rasa takut kepada siapa pun di negeri ini. Pada 27 Mei, misalnya, gempa berkekuatan 5,9 skala Richter telah membuat berbagai tempat di Jawa Tengah dan Yogyakarta luluh lantak.

Rumah-rumah dan gedung-gedung perkantoran roboh. Penduduk kalang kabut. Sebagian meninggal. Sebagian bertahan meneruskan kehidupan dalam kesedihan. Continue reading “Bangkit dari Bencana Bersama Kebudayaan”

Triyanto Triwikromo Metamorfosis Bagong

Gunawan Budi Susanto
suaramerdeka.com

ANDA benar, saya akrab dengan dia. Tetapi, sungguh, saya tak tahu banyak soal dia. Saya cuma tahu dia lahir di Salatiga, 15 September 1964, dari keluarga buruh pabrik. Tekanan kemiskinan membuat dia jadi kacung, berganti-ganti majikan. Karena mungkin jadi guru jalan meraih drajat lan semat, dia sekolah di SPG, lalu mulang SD, dan 1985 kuliah di IKIP Negeri Semarang (kini Universitas Negeri Semarang). Continue reading “Triyanto Triwikromo Metamorfosis Bagong”

Kiamat Kesetiaan

Triyanto Triwikromo*
http://www.jawapos.com/

(O, Keheningan yang indah, masih adakah yang ingin Kauceritakan kepadaku setelah pertempuran-pertempuran sia-sia yang mengenaskan itu?

“Apakah kau merasa telah mengenal kesetiaan melebihi pemahamanmu tentang Aku?”

Tak sedikit pun kumengerti tentang kesetiaan ya, Junjungan.

“Kalau begitu pergilah ke gurun tanpa nama. Carilah oase paling bening. Bercerminlah di sana?” Continue reading “Kiamat Kesetiaan”

Lompatan Besar Kesusastraan

2008 Ubud Writers & Readers Festival
Triyanto Triwikromo
http://suaramerdeka.com/

SEJAK 14 Oktober, 2008 Ubud Writers & Readers Pestival (UWRF) yang diselenggarakan di Ubud, Bali, dimulai. Tak kurang 120 pengarang dari 20 negara meramaikan acara sastra internasional.

Di antaranya Vikram Seth (penulis Two Lives dari India-Inggris), Camilla Gibb (pengarang Mouthing the Words dari Kanada), Preeta Samarasan (penulis Evening is the Whole Day), dan Andrea Hirata (penulis Laskar Pelangi dari Indonesia). Continue reading “Lompatan Besar Kesusastraan”

Bahasa ยป