
Helmi Mustofa * Continue reading “Pesan Umbu untuk ‘Em’ di Malam Ihtifal Maiyah”
Serpih-serpih Kisah Bersama Umbu Landu Paranggi
Wayan Sunarta
PERTEMUAN pertama saya dengan Umbu adalah sebuah pertemuan yang sangat menjengkelkan sekaligus menggelikan, yang terus membekas dalam kenangan. Namun pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan anugerah tak ternilai yang ikut mempengaruhi perjalanan hidup saya, terutama ketika bergesekan dengan dunia puisi. Continue reading “Serpih-serpih Kisah Bersama Umbu Landu Paranggi”
Umbu Landu Paranggi di Depanku

Sigit Susanto Continue reading “Umbu Landu Paranggi di Depanku”
Pertemuan dengan Umbu Landu Paranggi
Wayan Jengki Sunarta
Sabtu, 10 Agustus 2013, Umbu Landu Paranggi genap berusia tujuh puluh tahun. Sejak tahun 1979 dia menetap di Bali dan mengasuh banyak penyair muda menemukan jati dirinya di dunia puisi. Umbu tidak hanya memerhatikan puisi, dia juga diam-diam mengikuti perkembangan seni lainnya, semisal seni rupa, teater, musik, bahkan kesenian tradisional Bali. Dia mengagumi Ni Reneng, penari legong terkenal dari Kelandis, Denpasar dan juga mengagumi Gede Geruh, maestro penari Gambuh dari Denpasar. Continue reading “Pertemuan dengan Umbu Landu Paranggi”
Sajak-Sajak Umbu Landu Paranggi
Melodia
cintalah yang membuat diri betah untuk sesekali bertahan
karena sajak pun sanggup merangkum duka gelisah kehidupan
baiknya mengenal suara sendiri dalam mengarungi suara-suara luar sana Continue reading “Sajak-Sajak Umbu Landu Paranggi”
